SEKJEN RABITHAH: ISLAM AJARKAN KEDAMAIAN

Sekjen Rabithah Alam Islami, Abdullah bin Abdul Mohsin At-Turki. (Foto: MAR/MINA).

Jakarta, 29 Muharram 1435/3 Desember 2013 (MINA) – Sekjen Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Abdullah bin Abdul Mohsin At-Turki menegaskan, agama Islam mengajarkan kedamaian dan anti kekerasan, memerangi terorisme, serta menjauhi intoleransi.

Karena itu, pihaknya mendukung Indonesia sebagai mitra untuk menyelenggarakan Konferensi Internasional Media Islam ke-3 di Jakarta.

Ia menyampaikan pada Konferensi Internasional Media Islam ke-3 (The 3rd International Islamic Conference on Media) kerjasama Kementerian Agama RI dengan Rabithah Alam Islami, di Jakarta, Selasa (3/12).

“Islam sangat mengedepankan kedamaian, sangat anti kekerasan dan memerangi terorisme,” ujar Abdullah At-Turki. 

Dia mengharapkan para tokoh Islam dapat memberi pencerahan kepada umat melalui media massa. Sebab, media memiliki peran penting dan pengaruh untuk mendorong umat Islam patuh terhadap perintah Allah.

“Meski media memiliki sisi negatif, tetapi dapat diarahkan lebih baik meningkatkan ketakwaannya terhadap perintah Allah. Untuk itu, kerja sama dengan media massa sangat penting, mengingat opini yang dibangun dapat membawa ke arah positif,” katanya.

Konferensi Media dilatarbelakangi adanya peristiwa baru yang fenomenal di dunia Islam, terutama beberapa negara dengan mayoritas penduduk muslim di Timur Tengah sejak 2011 yang dikenal dengan Arab Spring. 

Konferensi dibuka Menteri Agama RI Suryadharma Ali. Dalam sambutannya, Suryadharma menyebutkan media perlu menyebarkan nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kerjasama kemanusiaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap perbaikan nasib umat Islam. Selain itu media mempunyai tanggung jawab sosial dalam mencitrakan Islam.

Even internasional yang diselenggarakan di Jakarta 3-5 Desember 2013 dengan tema “Media and Social Responsibility”, menghadirkan sejumlah nara sumber dari berbagai negara Islam.

Konferensi internasional Media Islam kali ini merupakan konferensi yang ketiga. Konferensi pertama berlangsung di Jakarta pada 1981 dan kedua pada 2011 juga di Jakarta (L/P01/P015/P02/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply