BJ HABIBIE: INDONESIA PERLU PEMBUDAYAAN YANG TEPAT

Presiden Ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie. (Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 17 Shafar 1435/20 Desember 2013 (MINA) – Mantan presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie mengatakan masyarakat Indonesia saat ini memerlukan proses pembudayaan yang tepat agar dapat mencapai kesejahteraan.

Habibie mengungkapkan hal itu dalam Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dengan tema “Gerakan Ekonomi Indonesia Baru: Mobilisasi Akses Untuk Kesejahteraan Rakyat” di Jakarta, Jum’at (20/12).

Lebih rinci lagi Habibie menyebutkan, “Segala bentuk proses pembelajaran haruslah berakar pada nilai agama yang dianut oleh rakyat Indonesia. Hal ini sangat penting bagi proses perkembangan generasi muda Indonesia,”kata Habibie.

Habibie juga mengusulkan agar pemerintah membuat undang-undang yang mengatur kaum wanita agar tidak bekerja di luar rumah saat anak-anaknya masih kecil (0-6 tahun).

“Pemerintah harus punya undang-undang yang melarang seorang ibu bekerja di luar rumah ketika mereka sedang mengandung, sampai anaknya berusia enam tahun. Ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang handal,”paparnya.

Menurutnya, mempersiapkan mental dan karakter generasi muda lebih penting dari sekadar memburu karir dan uang. “Dengan penanganan serius dari generasi muda itu, Indonesia akan lebih mudah mencetak para pejuang-pejuang handal yang akan membangun Indonesia,”jelas Habibie.

“ICMI harus menjadi pelopor dalam proses pembudayaan bangsa Indonesia ini. Pembudayaan yang tepat pasti akan mencetak generasi yang mampu memimpin peradaban Indonesia, bahkan masyarakat internasional.

Habibie menceritakan, sejak istrinya mengandung, sampai anak-anaknya sekolah, ia melarang istrinya bekerja. “Mempersiapkan pendidikan karakter anak-anak jauh lebih penting daripada mengejar karir dan uang,” kenang Habibie pada almarhumah ibu Ainun Habibie.

Profesor di bidang pesawat terbang itu juga menyatakan pemerintah harus andil dalam proses ini dengan membuat undang-undang tentang wanita yang bekerja, pemberian tunjangan berupa akses informasi kepada masyarakat, serta pendidikan untuk anak sampai mereka selesai SMA.

Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Tapi dengan melimpahnya SDA itu, justru menjadi rebutan bagi negara-negara penjajah yang ingin menjarah kekayaan alam Indonesia.

Sementara, rakyat Indonesia, walaupun SDM-nya banyak, tapi masih berkualitas rendah. Untuk itulah, pembudayaan yang tepat dalam proses pembelajaran dalam rangka mempersiapkan generasi penerus mutlak diperlukan. (L/P02/P04/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply