HAMAS: PERCIKAN INTIFADHAH MASIH BERSINAR

Gaza City, 5 Shafar 1435/8 Desember 2013 (MINA) – Gerakan perlawanan di Jalur Gaza, Hamas mengatakan, percikan intifadhah Palestina masih bersinar hingga sekarang dan rakyat Palestina akan bangkit lagi untuk mempertahankan tanah dan tempat-tempat suci mereka.

Hamas membuat pernyataan dalam siaran pers yang dikeluarkan divisi informasi pada ulang tahun ke-26 dari intifadhah (gerakan perlawanan) pertama yang jatuh pada Ahad, 8 Desember 2013.

Meletusnya gerakan perlawanan massal rakyat Palestina dipicu oleh terbunuhnya empat pemuda Palestina oleh seorang pengemudi truk penjajah Israel pada 8 Desember 1987. Gerakan perlawanan itu kemudian disebut dengan Intifadhah Pertama.

Intifadah pertama menjadi kemarahan puncak rakyat Palestina atas kehidupan di bawah penjajahan Israel. Saat itu, rakyat Palestina melakukan demontrasi tanpa bersenjata, melempari para serdadu dengan bebatuan, pemogokan, menolak membayar pajak kepada otoritas zionis, dan tindakan perlawanan lain tanpa senjata.

“Kejahatan penjajah Zionis (Israel) hanya akan memperkuat ketabahan dan iman kami, dan memberi lebih banyak tekad untuk melanjutkan jalan perlawanan sebagai pilihan strategis rakyat untuk pembebasan dan pengembalian Palestina,” kata pernyataan Hamas yang dikutip Palestinian Information Center (PIC) dan MINA (Mi’raj News Agency), Ahad (8/12).

Hamas memperingatkan penjajah Israel akan resiko serius atas pelanggaran yang mereka lakukan terus-menerus terhadap warga Palestina, tanah, dan tempat-tempat suci mereka.

“Rakyat kami tidak akan tinggal diam dengan tangan terlipat dan akan terus memberontak dalam membela hak-hak nasional dan tempat-tempat suci kami,” tambah Hamas.

Mereka juga memperingatkan penjajah Israel akan keteguhan rakyat Palestina untuk terus melakukan gerakan perlawanan. “Kami tidak akan mengabaikan pengorbanan darah para syuhada dan tahanan yang memberikan hidup dan usia mereka demi Palestina dari laut hingga ke sungai nya,” ujar Hamas.

Hamas menegaskan komitmennya untuk melanjutkan rekonsiliasi nasional yang didasarkan pada perjuangan bersama untuk menghadapi skema dan kejahatan Israel, membebaskan tanah dan membangun negara Palestina.

Gerakan terkuat berbasis Islam di Jalur Gaza itu juga menyerukan Otoritas Palestina untuk segera menghentikan perundingan perdamaian sia-sia dengan Israel, menekankan bahwa hubungan itu menyebabkan kerusakan parah untuk kepentingan rakyat Palestina dan perlawanan mereka.(T/P03/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply