IMAM BANGUI KLAIM PASUKAN PERANCIS TEWASKAN 3 MUSLIM

Bangui, 20 Shafar 1435/23 Desember 2013 (MINA) – Seorang imam di lingkungan mayoritas Muslim Bangui, ibukota Republik Afrika Tengah (CAR), menyatakan pada Ahad, pasukan Perancis membunuh tiga orang Muslim.

Isa Hassan, imam Masjid Al-Noor di Kilometer 5, mengklaim tentara Prancis telah menembak tiga pria di kepala.

Dia mengatakan, semua ditembak pada Ahad dekat Kilometer 5, sebuah lingkungan mayoritas Muslim dari ibukota Bangui.

Ketua Komite Pengawas Masjid, Yahiya Abu Bakr, mengulangi tuduhan yang sama.

“Pasukan Perancis melakukan ini, semua orang tahu,” katanya kepada Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

“Saya menutupi kepala mereka dengan kantong plastik, karena mereka semua ditembak di kepala,” katanya.

Orang-orang yang tinggal di sekitar masjid setempat mengulangi versi kejadian, meskipun Perancis tidak segera bersedia berkomentar.

Anadolu bertanya pada saksi mata, ”apakah ada yang melihat Perancis benar-benar menembak ketiga korban”, semua orang menjawab bahwa mereka telah melihatnya.

Reporter Anadolu melihat empat mayat di dalam masjid, satu berseragam militer. Dua dari mayat, kepalanya dibungkus kantong plastik.

seorang imam lokal melaporkan, mayat keempat diduga dibunuh oleh milisi Kristen yang dikenal sebagai anti-Balaka, anti terhadap gerakan pimpinan Michel Djotodia yang sekarang menjabat sebagai Presiden Republik Afrika Tengah.

Petugas pers militer Perancis di Bangui belum menanggapi pengaduan Muslim yang berulang-ulang dan pesan teks pengajuan laporan ini.

Republik Afrika Tengah yang merupakan negeri yang dikelilingi daratan yang kaya mineral, terjun ke dalam kekerasan di bulan Maret, ketika kelompok Seleka yang dipimpin Djotodia menggulingkan Presiden Christian François Bozize, yang naik ke kekuasaan juga melalui kudeta pada 2003.

Djotodia mengatakan, mereka menggulingkan mantan pemimpin karena kepemimpinan yang buruk, dan menambahkan bahwa dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Perancis mengerahkan hampir 1.600 pasukan di bawah mandat PBB untuk memulihkan keamanan di negara bekas jajahannya.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Kamis (18/12), Human Rights Watch (HRW) itu menggambarkan milisi anti-Balaka sebagai “warga lokal dan tentara yang setia kepada pemerintah sebelumnya”.

Laporan ini menuduh milisi Kristen melakukan sejumlah kekejaman baru-baru ini terhadap komunitas Muslim. Djotodia mendesak semua warga negara untuk mengakhiri kekerasan sektarian dan merapatkan barisan.

Republik Afrika Tengah adalah negeri yang diberkati dengan berbagai jenis mineral seperti uranium, emas, berlian, tembaga, dan lainnya. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

Leave a Reply