IMAM MASJID AL-AQSHA : UMAT ISLAM UNGGUL AKHLAK

Syeikh Aly Al-Abbasi dihadapan ratusan santri dan umat Islam di Ma’had Al-Fatah Muhajirun Natar Lampung Selatan, Ahad, (8/12). Foto: Nur Hadis (MINA)

Bandar Lampung, 6 Shafar 1435/9 Desember 2013 (MINA) – Imam Besar Masjid Al-Aqsha Palestina Syeikh Aly Omar Yakob Al-Abbasi mengatakan, umat Islam memiliki keunggulan akhlak dibandingkan umat lain.

“Fakta menunjukkan nonmuslim memiliki keunggulan beberapa bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Namun umat Islam memiliki keunggulan akhlak yang jauh lebih penting,” ujar Al-Abbasi di Pesantren Al-Fatah Natar, Lampung, Ahad malam (8/12).

Menurutnya, umat Islam sebenarnya dahulu pernah berjaya dalam iptek, ketika muslim masuk ke Andalusia (Spanyol). Hingga kemudian iptek berkembang pesat di Eropa.

“Islam memberikan kontribusi terhadap iptek masyarakat Eropa saat masuk Andalusia. Namun mengingat masyarakat Eropa tidak memiliki landasan akhlak, sehingga banyak hasil iptek justru merusak lingkungan,” ujar Al-Abbasi yang datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri Konferensi Imam Masjid se-dunia di Pekanbaru, Riau, 2-6 Desember kemarin.

Menurutnya, umat Islam bisa melebihi umat lain termasuk dalam iptek, jika mau bersungguh-sungguh dan tetap menjaga akhlak.

Syeikh Al-Abbasi yang menjadi pembicara utama pada Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds dan Palestina di Bandung, 4-5 Juli 2012, meminta kepada generasi muda muslim untuk giat menuntut ilmu sebagai bagian dari jihad di jalan Allah.

Imam Masjid Al-Aqsha yang aktif melakukan sosialisasi solidaritas Al-Aqsha Palestina ke dunia luar itu meyakini dari generasi muda muslim yang memiliki iptek dan akhlak ikut memberikan kontribusi bagi pembebasan Al-Aqsha.

Penggalian Al-Aqsha

Berbicara tentang kondisi Masjid Al-Aqsha, Syeikh Aly Al-Abbasi mengingatkan umat Islam akan memperhatikan dan berupaya melawan upaya penggalian terus-menerus kawasan Al-Aqsha oleh Zionis Israel.

“Zionis Yahudi terus melakukan penggalian terhadap Masjid Al-Aqsha, dan mengklaim Haikal Sulaiman berada di bawahnya. Walaupun sampai hari ini mereka belum mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan hal itu mengingat Masjid Al-Aqsha adalah milik umat Islam seluruh dunia, bukan hanya milik umat Islam Palestina.

“Kesatuan umat Islam saya yakin dapat mengakhiri sejarah Zionis Yahudi,” tegasnya.

Sementara Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Muhyiddin Hamidy, dalam sambutannya mengingatkan kembali pertemuannya dengan Syeikh Al-Abbasi di Masjid Al-Aqsha tahun 2010 lalu.

Pada pertemuan itu, Muhyiddin Hamidy meminta agar Syeikh Al-Abbasi yang juga menjadi koordinator dari ratusan masjid di Palestina, agar mengingatkan para khatib di Palestina menyampaikan ayat-ayat jihad bagi pembebasan Masjid Al-Aqsa.

“Umat Islam harus bertekad secara berjamaah untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha,” kata Hamidy.

Imam Masjid Al-Aqsha Syeikh Al-Abbasi dijadwalkan sebagai pembicara pada Tabligh Akbar Al-Aqsha Haqquna bertema “Bebaskan Masjid Al-Aqsha dengan Semangat Perjuangan Kaum Muslimin”, di Masjid Al Wasi’i Universitas Lampung (UNILA), Selasa (10/12). (L/K01/P06/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply