ISLAM POSISIKAN IBU DALAM KEMULIAAN

Bandar Lampung, 18 Shafar 1435/21 Desember 2013 (MINA) – Deasy Rosnawati,S.TP dari Komunitas Perempuan Peduli Keluarga (KPPK) Lampung mengatakan Islam memposisikan ibu dalam kemuliaan.

Deasy mengungkapkan hal itu dalam orasinya pada Kongres Ibu Nusantara (KIN) yang diadakan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Lampung di Bandar Lampung, Jum’at, (20/12). 

“Islam menjadikan perempuan dalam kehidupannya memiliki dua peran penting yaitu sebagai ibu dan pengatur urusan rumah tangga suaminya atau ummun wa rabbah al bayt, “ kata Deasy.

Deasy juga menambahkan ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi para buah hatinya. Ibu adalah peletak dasar jiwa kepemimpinan pada anak dan mempersiapkannya menjadi generasi pejuang. 

Ibu juga mengajarkan keadilan, kejujuran, keterbukaan, empati dan tanggung jawab, paparnya.

Dan yang terpenting, menurutnya, ibulah yang pertama kali mengajarkan anak tentang Tuhannya, pada siapa ia harus takut, tunduk dan patuh.

“Hasil dari pendidikan ibu itu adalah dengan adanya pemimpin-pemimpin masa depan yang memberikan rasa aman, memiliki empati dan peduli terhadap rakyatnya, kasih sayang dan memberikan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Pemimpin yang takut kepada Allah yang  tak akan tergoda materi, jujur,tegas dan berjuang untuk bisa menyejahterakan rakyatnya, “ tambah Deasy.

Menyinggung mengenai pekerja wanita, Deasy menegaskan perempuan boleh bekerja asalkan pekerjaannya jauh dari kondisi penindasan dan eksploitasi.

“Wanita hanya bekerja di tempat-tempat terhormat dan terjaga, tanpa harus merendahkan harga dirinya. Bila pada faktanya, saat ini perempuan banyak berkubang dalam kehinaan dan eksploitasi, itu adalah buah dari penerapan sistem kapitalis yang tidak mengenal kemuliaan perempuan, tetapi hanya mengedepankan manfaat dan keuntungan semata, “ tegas Deasy di hadapan ribuan peserta muslimah dari seluruh Lampung.

Pada akhir orasinya, Deasy berpesan kepada para wanita agar menjaga kodrat perempuan sebagai ibu, yang menyayangi dan selalu mendampingi anak-anaknya. 

“Wanita mendidik dan menempa anak-anak untuk menghadapi hidup. Mendidik anak semacam ini tidak dapat dilakukan paruh waktu atau sambilan semata. Ia membutuhkan curahan waktu, pikiran, tenaga, usaha keras dan kondisi yang menunjang, “ tutup Deasy.

Kongres Ibu Nusantara (KIN) diadakan Muslimah Hizbu Tahrir Indonesia (MHTI) di 30 kota se-Indonesia. (L/K01/T4/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply