ISRAEL BANGUN 3.000 UNIT PEMUKIMAN BARU

Yerusalem, 29 Muharram 1435/4 Desember 2013 (MINA) – Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon telah memutuskan untuk menyetujui 3.000 unit baru di pemukiman illegal Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Pemukiman ilegal baru akan dibangun di Negev.  Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menanggapi  keputusan tersebut bahwa Israel tidak akan terburu-buru dalam perencanaan pembangunan unit baru.

Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa Yaalon mengeluarkan beberapa keputusan yang sama, ketika ia menyetujui pembangunan 2.487 unit pemukiman di Tepi Barat yang diduduki.  Sebagian besar keputusan itu dibuat pada Juli lalu.

Peace Now sebuah gerakan Israel mengatakan bahwa Yaalon melancarkan  kampanye untuk memperluas pemukiman illegal, termasuk Alia Zahav, Shilo, Kedumim, Givat dan Talmon. Menurut laporan Imemc dikutip MINA (Mi’raj News Agency).

Dalam berita terkait, Konstruksi dan Perencanaan Komite Regional Israel telah memutuskan untuk membangun sebuah pemukiman baru 250 unit untuk pasangan muda Israel di Negev, sebagai bagian dari Ramat Negev Regional Council of Settlements. Keputusan itu muncul di tengah-tengah protes besar-besaran terhadap Prawer plan (rencana pembersihan etnis).

Israel mengklaim keputusan tersebut didasarkan pada rekomendasi yang dibuat oleh mantan Menteri Dalam Negeri Israel.

Shmolik Rifman, kepala Negev Dewan Ramat menyambut keputusan itu dan ia berharap pembangunan akan selesai dalam jangka dua tahun.

Prawer Plan merupakan keputusan pemerintah Israel  yang akan menghancurkan 35 kampung (sebagian mengatakan 40) di gurun Naqab, selatan Palestina, dan akan menggantinya untuk keperluan permukiman ilegal mereka.

Melaju ke arah utara Naqab, terdapat daerah bernama Biir Sab’a yang bersejarah, dimana Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam pernah membangun rumah di daerah yang kini dijadikan tempat wisata orang-orang Yahudi dan internasional setelah Israel menjajah Palestina. (T/P013/R2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply