ISRAEL BEBASKAN LAGI 26 TAHANAN PALESTINA

Ramallah, 29 Shafar 1435/1 Januari 2014 (MINA) – Israel Selasa membebaskan lagi sebanyak  26 orang tahanan Palestina, sebagai tahap ketiga pembebasaan semua orang Palestina yang ditahan Israel, sesuai kesepakatan damai Oslo 1993.

Sebelum dibebaskan, tiga dari tahanan yang dibebaskan dibawa dari Jalur Gaza  ke Gaza, melalui terminal Erez, 18 tahanan dari Tepi Barat diangkut ke penjara Ofer, dekat Ramallah, dan tiga tahanan lainnya dari Yerusalem dibawa ke pangkalan militer Israel di Al-Eesawiyya. Demikian IMEMC memberitakan yang dikutip oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Para tahanan itu adalah anggota dari beberapa faksi Palestina.

Meskipun dalam cuaca dingin, ribuan warga Palestina menyambut para tahanan yang dibebaskan, membawa bendera Palestina dan bendera dari berbagai faksi yang berbeda, sambil meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pembebasan wilayah Palestina yang diduduki Israel dan pembebasan semua tahanan oleh Israel. 

Saksi mata menyatakan, tentara dan polisi Israel menyerang puluhan warga Palestina yang berkumpul di dekat penjara Ofer dan pangkalan militer di Al-Eesawiyya, menyajmbut pembebsan tahanan ini, sehingga beberapa orang Palestina terluka. 

Pembebasan tahap keempat yang merupakan terakhir direncanakan akan dilakukan pada 28 Maret 2014 meliputi sebanyak 104 orang tahanan. Sebelumnya dalam pembebasan tahap pertama pertengahan Agustus yang lalu Israel membebaskan 26 tahanan (masing-masing 14 dari Gaza dan 12 dari Tepi Barat) dan pada akhir Oktober, membebaskan  26 tahanan (21 dari Gaza dan 5 dari Tepi Barat).

Wartawan Al Jazeera Nick Schifrin melaporkan dari Ramallah, seperti biasa pada setiap pembebasan tahanan Palestina, PM Netanyahu, Selasa, juga mengumumkan pembangunan permukiman baru. “Sebagai bagian dari paket pembebasan tahanan Palestina ini, kami mengumumkan 140.000 permukiman baru tambahan di Tepi Barat,” katanya.

Akibatnya pembebasan tahanan oleh Israel ini, juga mendapat cibiran dari warga Palestina. “Bagaimana Anda dapat berbicara dengan kami tentang menjadi mitra yang sah, jika Anda terus membangun di Tepi Barat?” 

Di Israel, pendukung-pendukung  diadakannya pembicaraan damai mengatakan, pembangunan permukiman yang akan dilakukan itu, akan menghancurkan niat baik  pelepasan tahanan dalam rangka memperlancar perundingan damai, sementara  sekutu penentang Netanyahu mengkritik  pembebasan tahanan Palestina sebab sebagian besar katanya dihukum karena melakukan  pembunuhan terhadap warga  Israel.(T/P08/IR)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply