ISRAEL PINDAHKAN 500 TAHANAN AFRIKA KE GURUN NEGEV

Tel Aviv , 10 Safar 1435/13 Desember 2013 ( MINA ) – Juru Bicara Departemen Penjara Israel, Sivan Weitzman mengatakan pada Kamis (12/12), 500 tahanan Afrika dipindahkan ke penjara baru Israel di Gurun Negev.

Weitzman menambahkan, Parlemen Israel (Knesset) menyetujui peraturan bagi imigran gelap Afrika untuk dipindahkan ke penjara Israel yang baru dibangun itu sedikitnya selama satu tahun. Jumlah tahanan Afrika di Israel yang akan dipindahkan ke sana lebih dari 1.000 orang, Press tv melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Namun beberapa aktivis HAM mengkritik kebijakan Israel itu. Mereka beralasan fasilitas penjara di Negev sangat tidak layak huni.  Rencananya, mereka akan mengadukan hal ini ke Mahkamah internasional.

Pengacara untuk para imigran, Orit Marom mengatakan, Tel Aviv menggunakan strategi itu untuk menekan angka imigrasi orang-orang Afrika dan secara tidak langsung menyuruh para imigran yang saat ini berada di Israel untuk meninggalkan negara itu secara sukarela.

Badan pengawas HAM PBB, Human Rights Watch (HRW) juga mengatakan bahwa Tel Aviv menggunakan ancaman penahanan berkepanjangan untuk memaksa para migran Afrika menyerah dan meninggalkan Israel. Badan PBB itu menyerukan agar Israel membatalkan kebijakan penahanan ilegal itu dan membebaskan semua pencari imigran pencari suaka.

Bardasarkan data, lebih dari 50.000 imigran Afrika (sebagian besar dari Sudan) saat ini bekerja di Israel dengan gaji yang sangat rendah.

Israel membangun sebuah penjara di padang pasir Negev untuk menampung ribuan imigran ilegal yang masuk ke Israel dari wilayah Mesir setiap tahunnya.

Para tahanan Palestina yang sebelumnya telah dipenjarakan di Negev itu mengatakan bahwa mereka hidup dalam ketakutan selama berada di penjara karena penjara tersebut telah dipenuhi dengan ular dan kucing liar.

Laporan ini didapat dari pengacara Masyarakat Penjara Palestina, Lu’a Akka yang mengunjungi penjara Negev baru-baru ini.

Para tahanan terpaksa melakukan penjagaan secara bergantian pada malam hari pada saat ular terlihat tersebar di dinding penjara.

Para tahanan juga mengatakan bahwa kucing liar menghabiskan waktu siang hari mereka di penjara melalui tumpukan sampah yang ada dan berbaur dengan tahanan di malam hari, menimbulkan adanya kekhawatiran menyebarnya penyakit. (T/P04 /R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply