JERMAN BERI BANTUAN UNTUK PENGUNGSI PALESTINA DI LEBANON

Al Quds , 14 Shafar 1435/17 Desember 2013 (MINA) – Bank Pembangunan Jerman (German Development Bank) menandatangani perjanjian dengan badan PBB urusan pengungsi, UNRWA untuk memberikan bantuan sebesar EUR 5,7 juta ( sekitar Rp 80 miliyar) untuk pengungsi Palestina yang saat berada di Libanon.

Kepala humas UNRWA, Esther Kuisch – Laroche mengucapkan terima kasih atas dukungan Jerman dalam menangani pengungsi Palestina, khususnya yang berada di Libanon. “Jerman telah berkontribusi penting hari ini,” katanya.

“Dukungan mereka sangat membantu pengungsi memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah mereka melarikan diri dari Suriah akibat konflik berkepanjangan di Negara itu,” tambah Esther. Laman resmi PBB unipal melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Donasi tersebut merupakan bagian dari Program untuk Peningkatan kesejahteraan parra pengungsi  Palestina di luar negeri (REPAC). Sejak pengoperasiannya pada 2011 lalu, pemerintah Jerman telah menyalurkan EUR 19,8 juta melalui UNRWA.

Direktur Bank Pembangunan Jerman yang berkantor di Ramallah, Thomas Eisenbach menyatakan, “Komitmen kami untuk pengungsi Palestina akan selalu ada . Dengan kontribusi ini , kami berharap dapat membantu meningkatkan kondisi kehidupan para pengungsi Palestina dari Suriah yang mencari keamanan dan perlindungan di Lebanon.”

Menurut data dari UNRWA PADA Desember 2013 ini , ada 51.000 pengungsi Palestina yang berada di Lebanon. Mereka sangat tergantung pada bantuan masyarakat setempat dan UNRWA, termasuk bantuan pendidikan dan perawatan kesehatan. UNRWA memperkirakan jumlah mereka akan meningkat menjadi 100.000 pada akhir 2014.

Komisaris Tinggi PBB untuk urusan pengungsi menyatakan bahwa jumlah pengungsi Suriah di Lebanon sejak meletusnya perang Suriah pada 2011 lalu mencapai  20 % dari total penduduk Lebanon.

Angka ini belum termasuk kehadiran puluhan ribu pengungsi tambahan yang tidak terdaftar dalam manifest PBB dan pemerintahan Lebanon.

Sebelumnya sekitar 350 ribu orang pengungsi Palestina telah ditampung pemerintahan Lebanon, sejak meletusnya konflik Palestina-Israel.

Presiden pemerintah sementara di Lebanon, Najib Mikati, mengatakan bahwa negaranya kini menanggung beban pengungsi Suriah yang berada di Lebanon akibat kurangnya dana bantuan internasional.

Diperkirakan pada tahun 2014 mendatang, jumlah bantuan pengungsi Suriah di Lebanon mencapai 5,6 miliar dollar Amerika Serikat. (T/P04/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply