MENAG : KANDUNGAN AL-QURAN AKTUAL SEPANJANG ZAMAN

Banjarbaru, 6 Shafar 1435/9 Desember 2013 (MINA) – Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan,  kandungan Al-Quran tetap aktual sepanjang zaman. Meski di era teknologi dewasa ini melahirkan banyak orang pintar, tetapi mereka tetap mempelajari kitab suci itu.

“Jangan ragu untuk mempelajari Al-Quran. Kandungan Al-Quran tidak ketinggalan zaman, justru relevan sepanjang zaman,” kata Suryadharma Ali  di hadapan pengajian Ulumul Quran pimpinan Guru Wildan Saman, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (07/12).

Menag berada di Kalsel untuk kunjungan kerja selama dua hari. Pada Sabtu (8/12) pagi, Menag  melepas ribuan peserta gerak jalan kerukunan, kampanye peningkatan penggunaan produk halal. Juga penyerahan bantuan biaya sertifikasi halal kepada UKM 13 provinsi tahun 2013, dan penyerahan bantuan siswa sebesar Rp53 milyar. Menag berdialog dengan para tokoh agama dan masyarakat setempat.

Didampingi Dirjen Pendidikan Islam, Nur Syam dan Gubernur Kalsel, Rudi Arifin, di hadapan ribuan pengajian ibu-ibu di kota tersebut, Suryadharma mengingatkan agar umat Islam menghindari keraguan dalam mempelajari kandungan Al-Quran, katanya seperti diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Ia menyebutkan, ketika Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Mi’raj, banyak umatnya tak percaya. Hanya orang yang beriman sajalah saat itu yang mempercayai adanya Isra Mi’raj.

Namun dewasa ini orang makin percaya adanya peristiwa Isra Mi’raj. Umat Islam sekarang pun percaya adanya perjalanan dahwah nabi tersebut. Mereka merasa yakin bahwa peristiwa itu memang ada, katanya.

“Mengapa mempercayai semua itu karena mempelajari dan memahami Al-Quran didukung ilmu pengetahuan. Para ilmuwan bisa menjelaskan perjalanan itu karena punya pengetahuan. Ilmuwan juga terus-menerus menggali kandungan isi Al-Quran karena isinya tetap aktual sepanjang zaman,” jelasnya.

Menag menjelaskan, Allah sebagai Pencipta jagad raya tak pernah mengantuk dan tidur. Berbeda dengan ciptaan-Nya, seperti manusia baik kaya maupun miskin, pasti punya rasa mengantuk. 

Karena tidak bisa mengindar dari rasa mengantuk, lanjutnya, tentu manusia tidak berhak mengklaim dirinya menjadi sombong, merasa kuat, paling pintar, dan bisa bebas mengatur seisi dunia.

Manusia pun tak bisa berbuat sebebas kehendak dirinya, mengatasnamakan kebebasan mutlak. 

“Manusia perlu aturan, baik aturan agama maupun pemerintahan untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.

Pada bagian lain Suryadharma mengatakan, agama Islam kini semakin kuat. Indikatornya, banyak mahasiswa mempelajari Al-Quran. Bahkan ada keinginan kuat bahwa polisi wanita pun ingin berjilbab. Itu suatu indikator yang menggembirakan.

Karena itu, Menag yakin semakin jika umat Islam semakin paham akan kandungan Al-Quran, termasuk kalangan cendikiawannya,  akan mendorong peningkatkan berkualitas beragama di negeri ini, yang tentu umat akan semakin sejahtera dan maju. (T/P012/R1)

Mi’raj News Agency (MINA) 

Leave a Reply