TENTARA ISRAEL KEMBALI SERBU AL-AQSHA

Puluhan tentara penjajah Israel sedang duduk-duduk di pelataran Masjid Al-Aqsha, Selasa (10/12) waktu Al-Quds, Palestina. (Foto: Al-Aqsa Foundation).

Al-Quds (Yerussalem), 8 Shafar 1435/11 Desember 2013 (MINA) – Lebih dari 100 tentara penjajah Israel dan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dengan pengawalan ketat puluhan polisi Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha pada Selasa (10/12) pagi waktu Al-Quds.

Koordinator Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam, Mahmoud Abu Atta mengatakan, hampir 80 tentara, pria dan wanita, berpakaian seragam militer Israel, bersama dengan 20 pemukim ilegal ekstrimis Yahudi, memasuki area Masjid Al-Aqsha melalui Gerbang Al-Magharibah, barat masjid.

Mereka melakukan tur provokatif dan ritual keagamaan di bawah pengawasan polisi penjajah Israel, Al-Ray melaporkan sebagimana dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

“Mereka dibagi menjadi dua kelompok dan melakukan tur provokatif di lingkunga Al-Aqsha. Para tentara Israel dan pemukim ilegal yahudi mendengarkan penjelasan tentang apa yang mereka sebut ‘Kuil Sulaiman’,” ungkapnya.

Abu Atta menjelaskan, mahasiswa Palestina dari sekolah ilmu dan agama sekitar Masjid Al-Aqsha, yang sedang berada di kiblat pertama umat Islam itu dalam jumlah besar, meneriakkan slogan-slogan religius melawan serbuan penjajah Israel, Al-Resalah melaporkan.  

“Polisi penjajah Israel mengintensifkan langkah-langkah keamanan di gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsha dan mencegah pelajar Palestina memasuki kompleks sejak Selasa pagi,” kata Abu Atta. “Hanya warga Palestina yang lanjut usia diizinkan memasuki Masjid Al-Aqsha,” tambahnya.

Israel ingin bagi Al-Aqsha

Kehadiran orang-orang Yahudi secara intensif terjadi baru-baru ini setelah diumumkannya rancangan undang-undang Israel mengenai pembagian waktu ibadah bagi jamaah Muslim dan Yahudi di kompleks kiblat pertama bagi umat Islam itu.

Hari-hari tertentu dalam sepekan akan hanya diberikan bagi orang-orang Yahudi dan pada saat  mereka melaksanakan ritualnya, jamaah Muslim tidak akan diizinkan masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha.

Jika RUU ini disahkan, maka waktu yang diberikan bagi orang-orang Yahudi akan meningkat, sehingga membatasi waktu kunjungan bagi jamaah Muslim untuk melakukan ibadah terutama melaksanakan shalat Jum’at di kompleks Masjid Al-Aqsha.

Langkah itu melengkapi upaya Yahudisasi penuh di Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha di mana yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam melaporkan sebanyak 104 sinagog Yahudi juga telah tersebar di sekitar lingkungan Masjid Al-Aqsha.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ahmad Qurei mengatakan, pengumuman pemerintah penjajah Israel bahwa perlunya persetujuan para rabbi Yahudi untuk mengatur ibadah Yahudi di Masjid Al-Aqsha di kota Al-Quds, Palestna, akan membahayakan kesucian tempat suci umat Islam itu.

Qurei, mantan Perdana Menteri dan Ketua Parlemen Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diberitakan WAFA, Senin (9/12), tindakan agresif dan prosedur rasis penjajah Israel dipahami sebagai bahaya nyata bagi Masjid al-Aqsha dan Kota Al-Quds.

Dia menyatkan, pihak penjajah Israel terus melakukan kekerasan, pembangunan permukiman ilegal Yahudi, dan pelanggaran di Al-Aqsha dengan mengizinkan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dengan melanggar kesucian situs bersejarah itu.

“Israel membuat undang-undang rasial yang diberikan kepada parlemen dengan tujuan untuk membagi masjid,” kata Qurei.

Seringnya pelanggaran memancing kemarahan Muslim Palestina dan kadang-kadang menyebabkan bentrokan kekerasan di dalam kompleks masjid. Masjid Al-Aqsha adalah masjid suci ketiga dalam Islam setelah Masjid Al-haram di Makkah dan Masjid An-Nabawi di Madinah.

Yahudi menyebut Al-Aqsha sebagai “Temple Mount/Kuil Bukit”, mengklaim daerah itu adalah tempat dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno.(T/P08/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply