LUPAKAN PERBEDAAN, KUNCI KESATUAN UMAT

Bandar Lampung, 16 Shafar 1435/19 Desember 2013 (MINA) – Persatuan umat Islam dapat ditegakkan jika umat Islam itu sendiri dapat menyingkirkan perbedaan yang ada dan kembali kepada asas Islam.

Kondisi umat Islam yang saat ini berpecah belah menyebabkan umat Islam tertinggal dari umat lain. Hal ini karena banyak perbedaan yang selalu dipermasalahkan oleh umat Islam dan semakin jauhnya umat Islam dari ajarannya sendiri.

“Kembali kepada asas Islam dan lupakan perbedaan merupakan syarat jika umat Islam ingin bersatu dalam satu kepemimpinan,” ungkap Dosen Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Malaysia Abdul Aziz Sulaiman kepada Mi’raj News Agency (MINA) di sela-sela kunjungannya ke Ma’had Al-Fatah Lampung, Kamis, (19/12).

“Lupakan perbedaan, kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai asas, insya Alloh umat akan bisa bersatu, dan berperan sebagai khalifah,“ kata Sulaiman yang juga Ketua Jurusan Bahasa Arab dan Pendidikan Islam UNISZA ini.

Sulaiman juga menambahkan, umat Islam selama ini sulit bersatu karena ketika berselisih justru menjadikan Amerika, Rusia, dan negara-negara lain sebagai penengah dan tidak mengembalikannya kepada sesama Muslim.

“Ketika berselisih, umat tidak mengambil Allah dan Rasul sebagai petunjuk, melainkan memanggil Amerika, Rusia, mereka yang tidak mengerti Al-Quran dan Sunnah, itulah sebabnya umat sulit bersatu,“ tambah Sulaiman yang juga alumni Al-Azhar, Kairo ini.

Sulaiman juga mengingatkan umat Islam agar mengambil pelajaran dari Timur Tengah yang mudah sekali untuk berselisih. “Kita punya bahasa sama, pemahaman sama, ini jadi dasar kita untuk bersatu, kita bisa mengambil pelajaran dari Muslim Timur Tengah yang mudah sekali berselisih“ kata Sulaiman.

Sulaiman berpesan kepada umat Islam agar menjadikan Islam menjadi titik temu, melupakan perbedaan yang ada, dan kembali kepada asas Islam yakni Al-Quran dan As-Sunnah. Dengan ini umat Islam bisa bersatu dalam satu kepemimpinan atau kekhalifahan.

Sulaiman berada di Lampung dalam rangka kunjungan UNISZA ke Ma’had Al-Fatah Indonesia dengan program Misi Transformasi Khalifah di Nusantara bersama 47 mahasiswa UNISZA.

Program ini bertujuan untuk menghasilkan generasi penerus yang nantinya berperan untuk membangun dunia sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Lebih khusus, untuk mempelajari metode Tahfidz Al-Quran yang dimiliki Ma’had Al-Fatah yang diterapkan juga di Sekolah Tinggi Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud Online.(L/K01/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply