MAYORITAS RAKYAT KROASIA TOLAK PERNIKAHAN SEJENIS

Zagreb, 29 Muharam 1435/3 Desember 2013 (MINA) – Dalam sebuah referendum, lebih dari 65 persen rakyat Kroasia menolak disahkannya pernikahan sesama jenis di negaranya. Sementara hanya 33,63 persen menyatakan setuju.

Referendum itu selanjutnya akan dijadikan acuan bagi pemerintah Kroasia untuk menetapkan undang-undang tentang pernikahan sesama jenis. Media Anadolu melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Referendum tersebut didukung oleh beberapa ormas, partai sayap kanan dan pihak Gereja. Dukungan lain juga datang dari para anggota parlemen. Sebanyak 104 dari 151 anggota parlemen Kroasia juga mendukung hasil referendum itu.

Pada Sabtu (30/11) lalu. ratusan gay melakukan protes di kota Zagreb. Mereka menyerukan pemerintah melegalkan perkawinan sesama jenis. Para demonstran mengklaim telah mendapat dukungan berupa tanda tangan dari 700.000 rakyat Kroasia.

Presiden Ivo Josipovic mengatakan terkejut dengan hasil referendum itu. Namun ia tetap menghargai dan akan melaksanakan hasil keputusan rakyatnya.

Sementara itu, di California, AS, Kelompok anti-pernikahan gay meminta Pengadilan Tinggi California untuk membatalkan pelegalan pernikahan sesama jenis yang difatwakan Mahkamah Agung AS.

Bulan lalu Mahkamah Agung AS, memutuskan melegalkan perkawinan sejenis di 13 negara bagian di AS. Mahkamah Agung juga memutuksan kelompok penentang perkawinan sejenis tidak memiliki hak untuk mengajukan banding.
 
Namun kelompok anti-perkawinan sejenis itu tetap mengajukan banding di Pengadilan Tinggi California dengan acuan undang undang sebelumnya, yaitu Proposisi 8 yang belum dicabut. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Protectmarriage.com meminta Mahkamah Agung California untuk segera memberitahukan ke pegawai kabupaten untuk tetap memberlakukan Proposisi 8 dan menghentikan pemberian izin pernikahan sejenis.
 
”Pengajuan dilakukan para pendukung Proposisi 8 untuk menolak pasangan sesama jenis, tapi konstitusional melindungi hak-hak sipil. Kami akan terus melawannya,” kata Jaksa Agung California, Kamala Harris, dalam sebuah pernyataan.

Penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research, Inggris menemukan bahwa homoseksual lebih rentan terkena kanker. Dari penelitian yang dilakukan selama tahun 2001, 2003, dan 2005, diketahui bahwa 1.493 pria dan 918 orang mengaku sebagai gay dan lesbian. Sementara 1.116 wanita mengaku berorientasi biseksual.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa gay dan homo dua kali lebih berisiko terkena kanker dibandingkan dengan pria heteroseksual. Pria heteroseksual memiliki kemungkinan 5% sementara pria gay diketahui memiliki risiko lebih dari 8% untuk terkena kanker. Sementara itu tak ditemukan banyak perbedaan pada lesbian dan wanita heteroseksual. Terdapat beberapa kanker yang rawan diderita oleh para gay dan homo.(T/P04/R2).

 

Mi’raj News Agency ( MINA)

 

 

Leave a Reply