MENYOAL NUKLIR ISRAEL

Oleh : Ali Farkhan Tsani*

Harian Israel Haaretz edisi 6 Desember 2013 mengungkapkan  pernyataan Konferensi Haifa “A Middle East Without Nuclear Weapons” mendesak kawasan Timur Tengah bebas senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya.

Salah satu butir rekomendasi, mendesak pelucutan senjata nuklir yang dimiliki Israel. Walaupun menurut media Al-Jazeera, pejabat Israel sendiri diberitakan menolak berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Konferensi yang diselenggarakan Institut Emil Touma untuk Studi Palestina dan Israel bekerjasama dengan mantan Ketua Parlemen Israel (Knesset) Avraham Burg dihadiri utusan dari Eropa dan Amerika Serikat, membicarakan upaya membersihkan Timur Tengah dari senjata pemusnah massal nuklir.

Dalam pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Avraham Burg mengatakan pada konferensi, Israel sebenarnya sudah lama memiliki senjata nuklir dan kimia.

“Justru maksud diungkapnya hal tersebut dalam konferensi adalah untuk didiskusikan secara terbuka,” ujar Burg.

Direktur Institut Emil Touma untuk Studi Palestina dan Israel Issam Makhoul mengatakan, ide dasar topik penyelengaraan konferensi adalah menciptakan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah.

Menurutnya, satu-satunya cara untuk mencegah masuknya wilayah perlombaan senjata nuklir, terletak pada pelucutan senjata nuklir oleh negara pemilik nuklir, termasuk Israel. Walaupun topik ini mungkin dianggap tabu untuk dibicarakan Israel.

Surat Kabar Israel Maariv edisi 6 Desember 2013 menambahkan pernyataan Avraham Burg bahwa semua negara di seluruh kawasan harus terlibat aktif dalam dialog yang komprehensif, karena dunia tidak bisa bebas dari senjata nuklir tanpa dialog.

Ia menyampaikan alasan, Israel selama ini menggunakan kebijakan ganda soal senjata nuklir. Satu sisi mendukung upaya pelucutan senjata nuklir dan kimia baik di Suriah maupun di Iran. Namun pada sisi lainnya, justru Israel sendiri memproduksi senjata tersebut.

Menurutnya, sekarang Israel harus memilih apakah setiap negara dapat memiliki senjata nuklir atau sebagai daerah zona bebas senjata nuklir. Untuk itu Burg bahkan mendesak anggota Knesset untuk meningkatkan kesadaran tentang isu senjata nuklir di kalangan masyarakat Israel untuk melindungi  risiko yang mungkin terjadi.

Burg menyebutkan, hal itu ditambah sikap negara-negara di kawasan Arab di sekitarnya yang tenggelam dalam urusan mereka sendiri-sendiri, tidak peduli apakah Israel membangun nuklir atau tidak.

Justru dari Jerman bersuara, anggota Parlemen Jerman Wolfgang Garki menyerukan agar Israel mengikuti contoh dari Suriah, yang berusaha memusnahkan senjata kimia untuk menjamin perdamaian dan keamanan di kawasan Timur Tengah dan dunia.

Mantan Walikota Hiroshima, Prof. Tadatoshi Akiba yang hadir pada konferensi meminta Israel untuk bergabung dalam forum terbuka guna mendukung Timur Tengah dan dunia bebas dari senjata nuklir.

Akiba menyerukan Israel untuk melakukan bagian dalam mengubah Timur Tengah menjadi daerah yang bersih dari senjata nuklir untuk kepentingan semua orang. Ia mendesak tenggat waktu pelucutan senjata nuklir di dunia paling lambat tahun 2020.

Akiba menggambarkan bagaimana penderitaan akibat dampak senjata pemusnah massa nuklir. Menurutnya, pemerintah negara-negara yang ada belum sepenuhnya memenuhi harapan itu, dan ini perlu didesak oleh kelompok-kelompok masyarakat sipil.

Penyelenggara konferensi mengungkapkan bahwa Konferensi Haifa akan dilanjutkan tahun 2014 mendatang bertepatan dengan 50 tahun pembangunan Dimona, reaktor nuklir milik Israel.

Nuklir Dimona

Reaktor nuklir Dimona adalah sumber plutonium senjata nuklir Israel, terletak di sebelah utara gurun Negev, dibangun tahun 1963 atas bantuan Perancis.

Perdana Menteri Israel Ben Gurion waktu itu selalu menyebut proyek nuklir ini sebagai Pabrik Tekstil.

Jumlah senjata nuklir yang bisa diproduksi Dimona seperti diungkap dalam survei teknisi nuklir Israel, Mordechai Vanunu, tahun 1986 saja sekitar 40 kilogram per tahun. Reaktor tersebut memiliki tingkat daya minimal 150 megawatt.

Vanunu mengungkapkan pada British Sunday Times, fakta bahwa Israel mengembangkan bom nuklir 150. Setelah Vanunu membeberkan nuklir Israel, ia diculik oleh agen Mossad dari Italia, lalu dipenjara di Israel selama bertahun-tahun, termasuk lebih dari 11 tahun di pengasingan. Hingga ia dicekal tidak boleh keluar dari Israel dan dilarang berbicara.

Analisis Profesor Uzi Even, mantan anggota Komisi Energi Atom Israel mengatakan, instalasi nuklir Dimona secara ilmiah harus ditutup mengingat ancaman yang ditumbulkannya terhadap lingkungan, terutama fasilitas instalasi yang sudah menua.

Data tahun 2012 menyebutkan, sekitar 70 pegawai pembangkit nuklir Dimona menderita kanker dan mengajukan tuntutan hukum terhadap Komisi Energi Atom Israel atas kurangnya langkah-langkah keamanan yang tepat. Para korban mengatakan bahwa kanker akibat tingginya radiasi radioaktif yang ditimbulkan instalasi Dimona. 

Issam Makhoul, politikus Israel keturunan Arab anggota Knesset (1999-2006) mengungkapkan, pemerintah Israel selama ini memang tidak mau mengambil bagian dalam konferensi mengenai isu senjata pemusnah massal nuklir. Namun, menurutnya, sekarang Israel tidak bisa lepas dari pembahasan masalah tersebut. Ia mengatakan koalisi organisasi Israel dan komite monitoring akan mendorong masalah tersebut.

Dunia Bebas Nuklir

Presiden  Austria Heinz Fischer dalam pidato pada Majelis Umum PBB 24 September 2013 lalu, menyerukan perlunya dilakukan perlucutan senjata nuklir dan non-proliferasi secara bersama-sama.

“Berlanjutnya ketergantungan pada senjata nuklir dan kemajuan yang terbatas menuju perlucutan senjata nuklir harus menjadi perhatian global yang besar,” kata Fischer.

Fischer mendesak senjata nuklir harus dilarang dan dihilangkan, serta menyerukan agar senjata nuklir menjadi pusat perhatian masyarakat internasional.

Duta Besar Oman untuk PBB, Badr Mohamed Zaher Al-Hinai, seperti laporan media Al-Jazeera, atas nama negara-negara Arab di IAEA, mengatakan, bahwa perlu resolusi pelucutan senjata nuklir dengan tujuan menyadarkan upaya penciptaan kawasan Timur Tengah yang bebas nuklir.

”Ini mengkritisi standar ganda dari negara-negara Barat, yang menuduh negara-negara Timur Tengah sedang mengembangkan senjata nuklir,” katanya.

Organisasi kemanusiaan Greenpeace mengingatkan, dekade ini terdapat sedikitnya 23.000 hulu ledak nuklir di dunia. Senjata pemusnah massal itu dipegang oleh sembilan negara di dunia : AS, Rusia, Inggris, Perancis, China, Israel, India, Pakistan dan Korea Utara.

Mayoritas masyarakat dunia secara bergelombang turun ke jalan mendesak dunia bebas nuklir.

Ini seperti harapan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe agar dunia bebas nuklir. Ia mengingatkan betapa dampak bom nuklir di negaranya menderita masalah kesehatan akibat radiasi hingga kini, 68 tahun lamanya. Saatnya dunia bebas nuklir untuk keamanan dan perdamaian dunia. * (R1/R2).

*Redaktur Mi’raj News Agency (MINA)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

MENYOAL NUKLIR ISRAEL,0 / 5 ( 0votes )

Leave a Reply