MESIR JANJI BUKA GERBANG RAFAH PEKAN DEPAN

Gaza City, 17 Safar 1435/20 Desember 2013 (MINA) – Direktur Jenderal Administrasi Umum Perlintasan Perbatasan Palestina di Jalur Gaza, Maher Abu Sabha mengatakan, pihak berwenang Mesir berjanji untuk membuka perlintasan Rafah pekan depan .

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan, Rabu (18/12), pihak Palestina menghubungi pihak Mesir dan menuntut segera pembukaan jalur penyeberangan perbatasan Jalur Gaza-Mesir itu.

Mesir menerima permintaan membuka penyeberangan untuk meringankan penderitaan warga Gaza dan mengizinkan perjalanan ribuan warga terutama yang menderita sakit dan kasus-kasus kemanusiaan lainnya.

Abu Sabha menunjukkan, semua kantor pendaftaran di Administrasi Umum Perlintasan Perbatasan Palestina ditutup setelah jumlah penumpang mencapai lima ribu orang.

Dia meminta Mesir untuk membuka perbatasan Rafah secara permanen di jalur kedatangan dan keberangkatan.

“Perlintasan Rafah telah ditutup selama enam hari berturut-turut setelah pekan lalu Mesir kembali membuka perlintasan itu selama lima hari,” Abu Sabha menunjukkan.

Sebelumnya, pihak Mesir telah membuka gerbang Rafah pada Rabu dan Kamis pekan kemarin dengan pengoperasian paruh waktu pada pukul 09:00-15:00 waktu setempat.

Sejak militer menggulingkan Muhammad Mursi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas dan sah, militer Mesir telah memperketat kontrol atas perbatasan dengan Jalur Gaza.

Pada pekan terakhir, pemerintah Mesir telah berulang kali menutup atau membuka sebagian perbatasan Rafah, satu-satunya cara sekitar 1,8 juta penduduk  Gaza dapat memasuki dunia luar setelah tujuh tahun embargo penjajah Israel terhadap daerah kantong Palestina itu.

Kebijakan tersebut telah menjadikan ribuan orang yang akan keluar dan masuk Jalur Gaza-Mesir terlantar di perbatasan kedua negara itu (Palestina-Mesir).

Pihak militer Mesir juga telah meluncurkan kampanye untuk menghancurkan jaringan terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza ke Mesir yang telah menyebabkan kekurangan bahan bakar dan kebutuhan pokok yang selama ini dipasok melalui terowongan tersebut.

Rafah adalah satu-satunya akses menuju dunia luar bagi rakyat Jalur Gaza akibat blokade penjajah Israel terhadap daerah kantong Palestina itu selama lebih dari tujuh tahun, penutupan Rafah ternyata menjadikan Jalur Gaza sebagai “penjara terbesar di dunia”. (T/P02/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply