MESIR TAHAN PENGACARA PELAJAR PUTERI

Ahmad al-Hamrawi

Kairo, 28 Muharram 1435/2 Desember 2013 (MINA) – Seorang pengacara yang mendampingi 21 pelajar puteri  terdakwa hukuman 11 tahun penjara karena melakukan protes melawan kudeta Mesir ikut ditahan pemerintah Mesir, kata pejabat Alexandria, Mesir.

Mayor Jenderal Nassir al-Abd, Kepala Departemen Investigasi Kriminal, mengatakan Ahmad al-Hamrawi ditangkap dalam misi yang dilakukan bersama dua kesatuan keamanan Mesir, tanpa menjelaskan lebih lanjut misi itu.

“Misi bersama Departemen Investigasi Kriminal dan Keamanan Otoritas Nasional pada Senin ini menetapkan penangkapan pengacara Ahmad al-Hamrawy dan lima orang lainnya, sambil menunggu penyelidikan keterlibatannya menghasut kekerasan,” kata Nassir.

Ahmad al-Hamrawi  adalah pengacara dari 21 pelajar puteri yang dikenal dengan Gerakan Tujuh Pagi. Mereka ditahan militer Mesir setelah melakukan aksi protes di Alexandria menuntut pembebasan presiden terguling Muhamad Mursi.

Pada Rabu pekan lalu, 14 dari mereka ditahan atas tuduhan melakukan kekerasan dan karena bergabung dengan organisasi terlarang. Sedangkan tujuh anak di bawah umur dalam kelompok itu dikirim ke tahanan anak hingga mereka mencapai usia hukum.

Sebelumnya, gerakan ini dalam pernyataannya melalui laman resminya di jejaring sosial menyeru rakyat Mesir untuk menggelar Intifadhah atau gerakan perlawanan melawan kudeta militer.

Mereka menyatakan, sikap arogansi rezim militer sudah melampaui batas, melanggar hak-hak kebebasan berpendapat, dan mencoreng martabat institusi penegak hukum Mesir karena bekerja untuk kepentingan kudeta. 

Mereka juga mengancam otoritas berkuasa untuk kembali menggelar aksi damai yang lebih besar pada 12 Desember mendatang di seluruh wilayah Mesir. (T/P03/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply