KHALID MISY’AL KE MALAYSIA, KEMBALINYA AKTIVITAS HAMAS KE LUAR NEGERI

Oleh : Ali Farkhan Tsani*

Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) memberitakan pada edisi 27 Muharram 1435/1 Desember 2013, Kepala Biro Politik Harakah Muqawwamah Al-Islamiyyah (Hamas), Khalid Misy’al, berkunjung ke Malaysia sejak Ahad (1/12), untuk menghadiri konferensi tahunan organisasi nasional UMNO (United Malays National Organisation).

Pusat Informasi Palestina PIC (The Palestinian Information Center) mengabarkan, Misy’al dijadwalkan menyampaikan pidato pada Selasa (3/12) di depan forum internasional menjelang sesi pembukaan konferensi umum tahunan UMNO.

Ia juga dijadwalkan menyampaikan pidato di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), pada Rabu (4/12) mendatang, dengan mengundang para mahasiswa dari 100 negara, termasuk Palestina.

Kunjungan Pertama

Ini merupakan kunjungan resmi pertama tokoh tertinggi Hamas ke Malaysia, yang menunjukkan tingkat perkembangan hubungan antara gerakan Hamas dengan Malaysia.

Semacam kunjungan balasan atas kehadiran Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato Seri Najib Razak ketika melawat untuk pertama kalinya ke Jalur Gaza, Palestina, pada Selasa (22/1/2013) lalu.

PM Najib Razak kala itu bertemu dengan PM Ismail Haniyyah, untuk memberikan bantuan beberapa proyek yang didanai oleh Malaysia.

Kunjungan Razak ke Jalur Gaza itu sempat memunculkan kritik dari pejabat Palestina di Tepi Barat, yang mengatakan kunjungan tanpa koordinasi dengan Pemerintah Palestina.

“Ini kunjungan ungkapan perasaan mendalam dari warga Malaysia terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza,” ujar Razak waktu itu kepada media.

Misy’al sebelumnya tinggal beberapa lama di Suriah. Namun, konflik berkepanjangan dalam negeri Suriah memaksanya pindah ke Doha, Qatar.

Pada forum internasional UMNO di Kuala Lumpur, Malaysia ini merupakan kunjungan lanjutan setelah Misy’al ke Turki, bertemu Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, dua bulan lalu, tepatnya Selasa (8/10/2013).

Dalam pertemuan itu, Erdogan menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina serta mengecam pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsha.

Turki menyatakan akan terus melakukan upaya untuk membantu dan membebaskan warga Gaza dari blokade Israel.

Media Al-Quds Al-‘Araby memberitakan, ada wacana pemberlakuan bebas visa Turki-Palestina, walaupun belum dapat diberlakukan. Tetapi paling tidak, Turki diharapkan menampung dan memberikan perlindungan kepada warga Palestina yang mengungsi dari Suriah.

Rekonsiliasi

Media Malaysia The New Straits Times menyebutkan, Organisasi Nasional Malaysia UMNO (United Malays National Organisation) dan Organisasi Kebudayaan Palestina di Malaysia PCOM (The Palestinian Cultural Organisation Malaysia) memanfaatklan momentum kunjungan tersebut untuk pembicaraan lebih lanjut tentang rekonsiliasi Hamas dan Fatah dalam kerangka perjuangan Palestina.

Wakil Presiden UMNO Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, UMNO dan PCOM diharapkan menjadi mediator yang baik untuk memantapkan program rekonsiliasi Palestina.

Zahid Hamidi, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Malaysia dan Penasihat PCOM bertekad untuk terus memberikan bantuan bagi pembangunan di Jalur Gaza.

Pemerintah Malaysia juga menyiapkan beasiswa dan penyelenggaraan pelatihan untuk pelajar Palestina di Malaysia.

Semoga kunjungan Misy’al ke Malaysia dan ke negeri-negeri muslim lainnya, bukan sekedar menandai kembalinya aktivitas Hamas ke luar negeri. Akan tetapi jauh lebih penting lagi yaitu menggalang dukungan dunia internasional bagi terciptanya rekonsiliasi yang utuh di dalam tubuh perjuangan dalam negeri Palestina dan persatuan dunia Islam di tingkat internasional. Amin ya robbal ‘alamin. (R1/P02).

*Ali Farkhan Tsani, Penulis Redaktur Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply