NASIONALISME: CINTA AGAMA, TANAH AIR DAN ANTI PENJAJAHAN

Bandung, 4 Shafar 1435/7 Desember 2013 (MINA) – Pakar sejarah Islam dan nasional Indonesia, Prof. Ahmad Mansur Suryanegara mengatakan, para masa perjuangan kemerdekaan dulu, nasionalisme diartikan cinta agama, cinta tanah air, dan anti penjajahan.

“Para pejuang kemerdekaan dahulu menggelorakan semangat nasionalisme, maksudnya adalah semangat cinta terhadap agama, sinta tanah air dan sangat anti dengan imperialisme (penjajahan),” kata Suryanegara di Bandung, Jum’at (6/12).

Lebih lanjut, Sang Profesor menyatakan mengenai penjelasan cinta agama, karena para penjajah dulu mempunyai misi utama yaitu menyebarkan agamanya kepada penduduk pribumi (Indonesia). Dengan demikian, akan mudah bagi mereka untuk tetap menguasai Indonesia apabila rakyatnya memiliki kesamaan keyakinan dengan mereka.

“Oleh karena itu, para pendahulu kita mengusung cinta agama dalam semangat nasionalisme. Senjata yang paling ampuh untuk melawan mereka adalah dengan akidah Islam yang pokok ajarannya adalah persatuan dan pembelaan terhadap tanah kelahirannya,” paparnya.

Menurutnya, jika dalam semangat cinta agama sudah tertanam kuat, secara otomatis, cinta tanah air akan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat anti penjajahan. Islam sangat menentah imperialisme.

“Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebebasan berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegas Suryanegara juga dosen luar biasa di Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung.

Saat ini, sebagian masyarakat Indonesia beranggapan semangat nasionalisme terpisah dengan nasionalisme. Mereka menganggap orang nasionalis, mengedepankan bangsanya, sementara menomorduakan agamanya.

Padahal, lanjut Guru Besar Sejarah dari Universitas Padjajaran Bandung itu, cinta agama selalu tercermin dalam semangat nasionalisme, seperti yang pernah digelorakan oleh para pejuang kemerdekaan saat mereka mempertahankan tanah air Indonesia dari penjajahan kaum imperialis Eropa.

Prof. Ahmad Mansur Suryanegara telah menulis buku sejarah nasional Indonesia berjudul Api Sejarah, terbit dalam dua Jilid. Buku tersebut mengupas lebih dalam tentang tokoh-tokoh Muslim yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Beberapa kalangan mengomentari buku itu sangat layak untuk jadi rujukan sejarah nasional Indonesia karena mengupas secara detail tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan berikut gagasan-gagasan mereka.(L/P04/P02).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply