NASIONALISME KEBANGSAAN TIDAK BISA BEBASKAN PALESTINA

Wan Ismail (UNISZA) dan Rustam Effendi (AWG) menandatangani berita acara penggalangan dana untuk Palestina.(Photo : Nurhadis MINA)Bandar Lampung, 19 Shafar 1435/22 Desember 2013 (MINA) – Selama umat Islam masih berjuang karena nasionalisme kebangsaan, menuntut kemerdekaan tanah air, bukan karena akidah untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha, maka Al-Aqsha dan Palestina tidak akan pernah merdeka.

Hal ini ditegaskan oleh Wan Ismail Wan Abdullah, Dosen Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Terengganu Malaysia kepada MINA (Miraj News Agency) usai pertemuan UNISZA dengan Aqsa Working Group (AWG) di Ma’had Al-Fatah Lampung, Ahad, (22/12).

“Al-Aqsha bisa terbebas hanya dengan akidah Islam, selama umat Islam berjuang karena nasionalisme kebangsaan, Al-Aqsha dan Palestina tidak akan terbebas,“ tegas Wan Ismail.

Wan Ismail juga menyinggung sikap bangsa arab seolah tidak perduli dengan penderitaan yang terjadi pada saudara mereka di Palestina.

“Kalau mau, dengan bersatu, mudah saja bangsa arab mengalahkan Zionis Yahudi yang hanya sekitar empat juta jiwa saja, namun bangsa arab membisu, tidak perduli, berpecah-belah, sibuk dengan kesenangan dan kemewahan dunia,“ kata Wan Ismail yang alumni Yarmouk University, Jordania.

Selain itu, tambah Wan Ismail, kemaksiatan dan kelalaian ibadah umat Islam juga menjadi penyebab Muslimin banyak mendapatkan musibah dimana-mana, dibantai, dizalimi oleh musuh Islam.

“Umat Islam banyak maksiat, melalaikan ibadah, inilah penyebab pertolongan Allah tidak datang, padahal Allah berjanji kemenangan umat Islam itu dekat,“ kata Wan Ismail.

Dalam pertemuan itu, selain terkumpul dana bantuan untuk Palestina, dihasilkan juga kesepakatan antara AWG dan UNISZA untuk berjuang bersama membebaskan Masjid Al-Aqsha.

Wan Ismail mengajak seluruh umat Islam bersyukur atas apa yang diberikan Allah, agar Allah memberikan kemenangan kepada umat Islam dan Al-Aqsha segera terbebas.

“Kesenangan dan kemewahan membuat umat Islam tidak pernah merasakan kesulitan sehingga tidak pernah bersyukur atas apa yang ada, inilah yang mengakibatkan ketidakpedulian dalam diri umat Islam terhadap saudaranya,“ kata Wan Ismail yang sudah puluhan kali mengunjungi Masjid Al-Aqsha ini.

Sementara, Rustam Effendi, Ketua AWG Biro Lampung menekankan pentingnya menggalang persatuan antar umat Islam.

“Tugas kita adalah menyatukan persepsi umat Islam terhadap Masjid Al-Aqsha, namun sebelumnya kita harus menyatukan, mendekatkan diri kepada Alloh Swt, inilah yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi, mendidik pasukannya untuk tidak meninggalkan shalat tahajud,“ tegasnya.(L/K01/R2).

 

Miraj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply