NONMUSLIM MALAWI AFSEL KONSUMSI MAKANAN HALAL

Lilongwe, 27 Muharram 1435/1 Desember 2013 (MINA) – Semakin banyak orang Kristen di Malawi, Afrika Selatan telah berpaling untuk mengkonsumsi makanan halal, mereka mengklaim sebagai pola hidup sehat dan sesuai dengan ajaran Kitab Suci.

“Kami orang Kristen sepenuhnya merangkul konsep ini,” kata Pastor Barnabas Salaka, Imam senior Gereja Anglikan di Malawi di wilayah selatan negara itu.

“Pada awalnya kami sangat ragu-ragu untuk menerima makanan halal ini. Kami menduga itu cara yang disengaja umat Islam untuk memengaruhi orang-orang Kristen agar memeluk Islam,” tambahnya.

Ia menambahkan, selama bertahun-tahun, umat Kristen telah menyadari bahwa itu untuk kebaikan diri sendiri, baik dari segi kesehatan atau kebaikan agama.  Bahkan dalam kitabnya memiliki beberapa ajaran yang menekankan standar higienis yang baik dan hidup sehat bagi orang Kristen.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pemimpin Kristen di Malawi bersama pengikutnya telah sepenuhnya menganut konsep halal yang dipromosikan oleh komunitas Muslim di negara Afrika bagian selatan.

“Dalam kitab, melarang kita untuk makan yang terkontaminasi dengan yang dipersembahkan untuk berhala,” menurut laporan Onislam dikutip Mi’raj news Agency (MINA).

Konsep halal merupakan promosi makanan yang higienis dan itu memengaruhi non-Muslim untuk mengambil hidup sehat dengan makanan halal.

“Sebagai pemimpin gereja, saya telah mendukung penuh dan mendorong pengikut saya untuk mengkonsumsi makanan halal itu,” kata  Pastor Emmanuel Mbaisa, pendiri dan pengawas Gereja Injil Murni.

Konsep halal dalam bahasa Arab berarti diizinkan.  Muslim seharusnya hanya memakan daging yang dipotong oleh pisau tajam dan membaca nama Allah.

Sekarang tidak hanya makanan yang disertifikasi halal namun termasuk kosmetik, pakaian, dan farmasi.

Islam adalah agama terbesar kedua di Malawi setelah Kristen.  Statistik resmi menunjukan, umat Islam mencapai 12 persen dari populasi 14 juta jiwa, namun setelah sensus dilakukan beberapa tahun lalu Muslim Malawi menempati angka 36 persen. (T/P013/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply