OBAMA: AS AKAN INTERVENSI DI SUDAN SELATAN

Washington, 20 Shafar 1435/23 Desember 2013 (MINA) – Presiden Barack Obama mengatakan, Ahad, Amerika Serikat (AS) akan melakukan intervensi mengambil tindakan militer lebih jauh untuk mendukung keamanan warganya di Sudan Selatan yang dilanda kekerasan.

“Saya mungkin mengambil tindakan lebih lanjut untuk mendukung keamanan warga, personel, dan properti AS, termasuk Kedutaan Besar kami di Sudan Selatan,” kata Obama dalam sebuah komunikasi dengan Kongres, sebagaimana yang dirilis oleh Gedung Putih.

Obama mengatakan pada Sabtu, 46 personil militer AS dikerahkan dengan pesawat militer ke daerah Bor, Sudan Selatan, untuk melakukan operasi mengevakuasi warga dan personil AS.

Setelah pesawat datang di bawah serangan saat mendekati Bor, operasi itu dibatasi karena pertimbangan keamanan, The Hindu melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Obama mengatakan, pesawat dan semua personil militer meninggalkan Sudan Selatan tanpa menyelesaikan evakuasi, dan menambahkan bahwa tujuan dari operasi itu untuk melindungi warga, personel, dan properti AS.

Obama juga mengatakan, tindakan itu telah diarahkan sesuai dengan tanggung jawabnya untuk melindungi warga negara AS, baik di dalam maupun luar negeri, dan sebagai kelanjutan dari keamanan nasional AS dan kepentingan kebijakan luar negeri.

Sebelumnya pada hari itu, Obama yang menghabiskan liburan akhir tahun di Hawaii, telah memantau situasi di Sudan Selatan.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, pernyataan Obama ini mengikuti pertemuan Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice dengan anggota senior tim keamanan nasional dan personil AS di Juba, ibukota Sudan Selatan, dan di tempat lain di kawasan itu.

Amerika Serikat melakukan itu dalam koordinasi dengan PBB dan berkonsultasi dengan pemerintah Sudan Selatan.

“Warga AS dan warga negara dari negara-negara mitra kami diterbangkan dari Bor ke Juba dengan helikopter sipil PBB dan AS,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.

AS dan PBB mengamankan bandara Bor di Sudan Selatan dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan faksi-faksi yang bertempur sadar bahwa penerbangan ini adalah misi kemanusiaan.

“Kami bekerja sama dengan sekutu kami di seluruh dunia untuk terhubung dan mengevakuasi warga AS secepat dan seaman mungkin. Untuk keselamatan dan keamanan mereka, kami tidak akan menjelaskan rencana evakuasi yang spesifik,” kata Psaki.

Sejauh ini, AS telah mengevakuasi sekitar 380 pejabat dan warga negara AS dan sekitar 300 warga negara lain untuk ke Nairobi, ibukota Kenya, dan lokasi lain di luar Sudan Selatan pada empat penerbangan carteran dan lima pesawat militer. (T/P09/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply