SURVEI EKONOMI : ISRAEL NEGARA TERMISKIN

Tel Aviv, 6 Shafar 1435/9 Desember 2013 (MINA) – Sebuah survei ekonomi setempat mengatakan Israel merupakan negara termiskin dengan kategori standar hidup terendah di antara 35 negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD).

Survei ekonomi yang dilakukan sepanjang tahun 2013 menyebutkan, standar hidup rata-rata warga Israel jauh di bawah negara-negara OECD. Tingkat kemiskinan warganya juga tergolong paling tinggi.

“Pendapatan satu dari lima rumah tangga Israel berada di bawah garis kemiskinan,” sebut laporan seperti diberitakan Press Tv, Senin (8/12), yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Hasil penelitian setebal 111 halaman mencatat, kondisi warga Israel juga berada di bawah rata-rata dalam hubungan sosial, perumahan, pendidikan keterampilan, keamanan pribadi, kualitas lingkungan dan keterlibatan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesenjangan antara si kaya dan si miskin di Israel telah melebar semakin jauh, lanjut laporan.

Pada Oktober lalu, sebuah laporan yang dirilis Biro Pusat Statistik Israel CBS (Central Bureau of Statistics) mengatakan, sekitar 31 persen warga Israel berada di bawah garis kemiskinan.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa sekitar 40 persen anak-anak Israel menghadapi risiko kemiskinan, yang merupakan dua kali lipat di Eropa.

Pejabat Universitas Ibrani di al-Quds (Yerusalem), Momi Dahan mengatakan, tingkat kemiskinan yang cukup tinggi tersebut disebabkan penurunan jaminan kesejahteraan selama 30 tahun terakhir ini.

Dia menambahkan, penghematan anggaran 2013 Israel menyebabkan berkurangnya pengeluaran kesejahteraan.

“Dalam beberapa bulan terakhir, banyak warga Israel kemudian pindah ke Jerman dan Amerika Serikat dengan alasan rekonomi,” tambahnya.

Menurutnya,pPajak tinggi dan gaji rendah ikut memperburuk kehidupan Israel, khususnya kelas menengah.

Kini seringkali warga Israel turun melakukan aksi turun ke jalan-jalan di Tel Aviv dan kota-kota lainnya melakukan protes soal kebijakan ekonomi pemerintahnya, mulai dari masalah langkah-langkah penghematan, naiknya pajak  dan pemotongan jaminan kesejahteraan. (T/P012/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply