PALESTINA BAWA KASUS TAHANAN KE FORUM INTERNASIONAL

Al-Quds (Yerusalem), 9 Shafar 1435/12 Desember 2013 (MINA) – Otoritas Palestina memutuskan akan membawa kasus para tahanan Palestina yang masih berada di penjara-penjara Israel ke forum internasional.

Laporan yang dilansir Jerussalem Post mengumumkan, Selasa (10/12), Otoritas Palestina memutuskan untuk mengangkat isu tahanan yang menderita sakit di penjara-penjara penjajah Israel, terutama mereka yang menderita penyakit serius, di berbagai forum internasional.

Keputusan itu dilakukan sebagai upaya untuk membebaskan dan mengakhiri penderitaan warga Palestina yang masih ditahan penjajah Israel di penjara dan kamp penahanan mereka.

Otoritas Palestina juga mengatakan, pemerintah penjajah Israel harus bertanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraan para tahanan.

Otoritas Palestina menambahkan, penjajah Israel telah melanggar hukum internasional dalam menangani para tahanan, Palestine News Network melaporkan dan diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Sebelumnya, Otoritas Palestina meminta agar Parlemen Uni Eropa menyelidiki kondisi para tahanan Palestina yang masih berada di penjara-penjara Israel.

Menurut laporan Lembaga Dukungan Tahanan Palestina Addameer yang dirilis baru-baru ini, sekitar 4.996 tahanan Palestina masih berada di penjara penjajah Israel, termasuk 145 tahanan administratif, 10 di antaranya anggota parlemen, 16 wanita, dan 159 anak-anak.

Para tahanan tidak menerima perawatan kesehatan yang memadai, menyebabkan kondisi kesehatan yang semakin memburuk. 

Pusat Studi dan Hak Asasi Manusia Tahanan Palestina, Ahrar juga melaporkan pada Senin (9/12), tahanan wanita Palestina di penjara Israel ‘Hasharon’ menderita berbagai penyakit dan memerlukan perawatan medis yang masih diabaikan oleh pihak penjara.

Perlu disebutkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengancam pada Senin (9/12), akan menunda fase ketiga pembebasan tahanan Palestina, yang juga menjadi penyebab runtuhnya negosiasi perdamaian Otoritas Palestina-Israel yang diprakarsai Amerika Serikat baru-baru ini.(T/P08/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply