SATU JUTA WARGA SURIAH KEKURANGAN MAKANAN

Jenewa, 29 Muharram 1435/3 Desember 2013 (MINA) – Palang Merah Internasional berpusat di Jenewa menyebutkan, setidaknya satu juta warga Suriah kekurangan makanan, akbiat dampak konflik berlarut-larut di negaranya.

“Ada satu juta orang kekurangan makanan akibat konflik dan terhambatnya pengiriman bantuan di pos pemeriksaan”, kata Simon Eccleshall, Direkur Manajemen Krisis Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (The International Federation of Red Cross/IFRC), Ahram Online melaporkan Senin (2/12) yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Bulan Sabit Merah Arab Suriah SARC (Syrian Arab Red Crescent) merupakan bagian penting dalam pelaksanaan operasional di Suriah, yang hingga saat ini sangat bergantung pada bantuan makanan untuk bertahan hidup.

Namun upaya bantuan sudah terkena pertempuran yang merenggut 32 nyawa anggota SARC dari 3.000 relawan, sementara beberapa pos pemeriksaan kedua belah pihak  berulangkali meningkatkan rintangan.

“SARC hanya memiliki akses sekitar 85 persen dari wilayah Suriah,” kata Eccleshall.

Dengan kondisi seperti ini hanya dapat membantu setengah dari enam juta warga Suriah yang terusir dari rumahnya akibat konflik.

“Banyak daerah yang belum terjangkau selama berbulan-bulan akibat konflik, terutama di pinggiran kota sekitar Damaskus tak tertanangi selama hampir satu tahun,” kata juru bicara IFRC, Benoit Carpentier.

Menurutnya, situasi terburuk terjadi di daerah terisolasi dan daerah konflik yang cukup parah. Banyak yang tidak punya penghasilan selama lebih dari dua tahun karena kehilangan kepala rumah tangga, sehingga terpaksa dikepalai perempuan.

“Ini kelompok terbesar yang menghadapi kerawanan pangan serius, apalagi menghadapi musim dingin,” tambahnya.

Eccleshall menyebutkan, jumlah warga yang membutuhkan bantuan akan terus berkembang, terutama di dua kota terbesar Damaskus dan Aleppo yang berpotensi diselimuti hujan salju.

Diperkirakan, tiga juta warga Suriah mengungsi ke negara tetangga akibat konflik yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. (T/P09/R2/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply