PM HANIYYAH : PALESTINA MASUKI INTIFADHAH BARU

Gaza, 1 Shafar 1435/4 Desember 2013 (MINA) – Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniyyah menyatakan, saatnya kini Palestina memasuki babak Intifadhah baru melawan Israel.

Haniyyah mengatakan dalam kunjungan ke Pengadilan Syariah di Jalur Gaza, Rabu sore (4/12) waktu setempat, Al-Ray melaporkan, yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Menurut Haniyyah, kejahatan berlarut-larut penjajah Israel terhadap warga Palestina dan penodaan Masjid Al-Aqsha merupakan pemicunya.

“Palestina memasuki intifadhah baru baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza, serta mendesak ke kawasan Negara-negara Arab dan dunia Islam,” ujarnya.

Anadolu Agency menambahkan, intifadhah baru merupakan jilid ketiga, melawan pelanggaran berulang-ulang Israel terhadap hak-hak Palestina.

Haniyyah mengungkapkan, “Keadaan saat ini di Tepi Barat dan di Jalur Gaza hampir sama dengan yang terlihat sebelum Intifadhah Pertama tahun 1987.

Waktu itu, sekitar 2.000 warga Palestina gugur pada  Intifadhah pertama yang berlangsung selama kurun waktu lima tahun (1987-1992) .

Puluhan warga Palestina juga menjadi syuhada selama Intifadhah Kedua antara tahun 2000 dan 2003. Intifadhah Kedua ini dipicu oleh kunjungan politisi Israel Ariel Sharon masuk ke Masjid Al-Aqsha.

“Kini orang-orang Palestina akan melanjutkan perjuangan mereka melalui intifadhah baru ini, sampai penjajah Israel hengkang dari seluruh tanah Palestina,” tegasnya.

Pada kesempatan kunjungan itu, PM Haniyah juga memuji warga muslim di Tepi Barat yang dapat menggagalkan upaya pemukim ekstremis Yahudi yang hendak menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dalam ritual Yahudi.

Ia yakin, rakyat Palestina akan selalu tabah dalam mempertahankan kesucian Masjid Al-Aqsha dari yahudisasi Israel.

Sementara pemerintah dan rakyat Palestina di Jalur Gaza terus bekerja keras untuk mengakhiri blokade yang selama ini menimpa. (T/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply