PASUKAN IINGGRIS KELUAR AFGHANISTAN 2014

London, 14 Shafar 1435/17 Desember 2013 (MINA) – Perdana Menteri Inggris, David Cameron menyatakan, pemerintah Inggris akan menarik semua tentaranya yang masih berada di Afghanistan pada akhir 2014.

“Jadwal penarikan pasukan Inggris sudah disetujui semua pihak dan Desember 2014 adalah batas akhir pasukan Inggris berada di Afghanistan,” kata Cameron dalam sebuah konferensi pers di markas besar tentara Inggris di provinsi Helmand, Selasa (17/12), Anadolu melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Sementara itu, Parlemen Tajikistan menyetujui permintaan Inggris untuk menjadi tempat transit bagi pasukan militer The Three Lions yang saat ini berada di Afghanistan untuk pulang. Pernyataan izin itu dikeluarkan pada pertengahan Oktober 2013 lalu.

Menurut perjanjian tersebut, 11 ribu kontainer dengan persenjataan militer dan tiga ribu kendaraan akan dikirim dari Afghanistan sebelum akhir 2014. Saat ini, ada sekitar 5.200 tentara Inggris di Afghanistan, dan akan dikurangi secara bertahap mulai akhir 2013 ini.

Menurut laporan BBC, Jumlah tentara dan veteran Inggris yang bunuh diri lebih banyak dibandingkan jumlah korban tewas saat memerangi Taliban di Afghanistan selama 2012. Laporan itu menyatakan, sejumlh 21 tentara bunuh diri tahun lalu. Sementara, jumlah veteran yang bunuh diri mencapai 29 orang. 

Sedangkan, korban tewas di Afghanistan hanya 44 orang. Sekitar 40 orang tewas dalam pertempuran langsung. Sejumlah keluarga prajurit mengatakan, tentara tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan, bunuh diri sebagai tragedi. Data korban bunuh diri tersebut didapatkan dari permintaan kebebasan informasi dari Kementerian Pertahanan.

Kementerian Pertahanan mengatakan, tingkat bunuh diri dan gangguan stres pasca-trauma dalam militer lebih rendah dibandingkan tingkat pembanding dalam penduduk sipil. Tujuh tentara bunuh diri tahun lalu yang dapat dikonfirmasi. Sementara 14 kematian masih dalam dugaan bunuh diri. 

Pemerintah Inggris tidak mencatat angka bunuh diri di kalangan mantan tentara. Namun, data yang berhasil dikumpulkan setidaknya 29 veteran bunuh diri pada 2012. Jumlah itu didapat dengan meminta keterangan pada otoritas dan laporan surat kabar. Penyebab bunuh diri tentara dan veteran itu belum dapat dipastikan. 

“Penyebabnya lebih banyak dibandingkan yang diberikan pemerintah dan kementerian pertahanan,” ujar Kolonel Stuart Tootal, mantan komandan tentara. Kementerian Pertahanan mengalokasikan 7,4 juta euro untuk perawatan kesehatan mental tentara yang membutuhkan. (T/P04/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply