PBB: 210.000 MENGUNGSI AKIBAT KEKERASAN DI IBUKOTA AFRIKA TENGAH

Bangui, 15 Safar 1435/17 Desember 2013 (MINA) – PBB melaporkan pada Selasa (17/12), sekitar 210.000 orang telah pergi dari rumahnya akibat kerusuhan di ibukota Republik Afrika Tengah dalam dua pekan terakhir.

Juru Bicara Badan Pengungsi PBB Adrian Edwards kepada AFP, sekitar 210.000 orang meninggalkan rumah mereka di Bangui setelah pertempuran baru pecah di negara yang dilanda perselisihan sejak 5 Desember, Ahram Online melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Hari Senin, staf UNHCR mendapati sekitar 40.000 orang melarikan diri pada 5-6 Desember dan bersembunyi di daerah dekat Bangui yang berada di luar jangkauan pekerja kemanusiaan.

Negeri kaya sumber daya tapi miskin yang berpenduduk mayoritas Kristen ini, telah jatuh ke dalam kekacauan dan kekerasan sektarian sejak kudeta Maret oleh gerakan perlawanan Seleka.

Setelah gelombang baru kekerasan dua pekan lalu, pasukan Perancis dikerahkan dalam upaya untuk menghentikan perselisihan komunal yang telah memicu alarm global.

Sekitar 600 orang telah tewas di negara itu dalam 11 hari terakhir,  dua tentara Perancis tewas dalam baku tembak.

Menurut UNHCR, sejak krisis yang dimulai setahun lalu, lebih dari 710.000 orang telah mengungsi di dalam negeri dan lebih dari 75.000 melarikan diri melintasi perbatasan.

Ketidakamanan dan kekurangan makanan mendorong banyak perempuan dan anak-anak dari ibu kota melarikan diri melintasi Sungai Ubangi, mencari perlindungan di Zongo, Republik Demokratik Kongo.

Program Pangan Dunia PBB mulai memberikan bantuan kepada sekitar 40.000 orang yang berkemah dekat bandara Bangui, Jumat, tetapi operasi ditangguhkan sehari berikutnya karena ancaman dari sekelompok orang membawa parang, juru bicara Elisabeth Byrs berkata kepada wartawan. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply