KOMANDAN HIZBULLAH LEBANON TEWAS DITEMBAK, TUDING ISRAEL

Beirut, 30 Muharram 1435/4 Desember 2013 (MINA) – Kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon mengumumkan, seorang komandannya Hassan Hulu Al-Laqqis tewas ditembak  di depan rumahnya, Selasa (3/12) tengah malam.

Al-Laqqis terbunuh di distrik Santa Theresia, Hadath, sekitar tiga kilometer dari ibukota Beirut, saat pulang kerja, sekitar pukul 12 malam waktu setempat, kata pernyataan Rabu (4/12), seperti dilaporkan Al-Jazeera yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

“Tuduhan langsung jatuh pada musuh, Israel,” kata pernyataan itu.

Media Emaratyah melaporkan, seorang pejabat keamanan Lebanon mengatakan pembunuh melepaskan tembakan ke arah Al-Laqqis dengan pistol yang dilengkapi peredam dari jarak dekat, saat ia keluar mobil yang diparkir di halaman rumahnya.

Pejabat itu menambahkan bahwa Al-Laqqis menerima lima peluru di kepala dan leher.

Dia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun meninggal Rabu (4/12) pagi akibat luka-luka yang dialaminya, kata pejabat yang tidak disebut namanya.

Tuduh Israel

Pernyataan Hizbullah menambahkan bahwa Komandan Al-Laqqis selama ini memang terus menjadi target utama incaran Israel. 

“Israel secara otomatis dituding sebagai pihak yang harus tanggung jawab atas kejahatan ini,” kata pernyataan.

Al-Laqqis adalah ayah dari seorang anak yang meninggal dalam perang sebulan antara Hizbullah melawan Israel tahun 2006. Dalam serangan Israel saat itu, sedikitnya 1.100 orang tewas dari pihak Lebanon Selatan dan 165 orang di pihak Israel.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor membantah keterlibatan Israel dalam penembakan itu.

“Israel tidak ada hubungannya dengan kejadian ini. Mereka tidak punya bukti dan fakta, mereka pasti menyalahkan Israel,” kata Palmor.

Selama dua dekade terakhir, aksi mata-mata Israel diduga membunuh para komandan Hizbullah. Tahun 1992, helikopter tempur Israel menyerang iring-iringan pemimpin Hizbullah Sheikh Abbas Musawi, membunuhnya, isterinya, anaknya yang berusia 5 tahun dan empat pengawalnya.

Delapan tahun sebelumnya, pemimpin Hizbullah Sheikh Ragheb Harb juga tewas ditembak Israel di Lebanon Selatan.

Pukulan terbesar bagi Hizbullah terjadi tahun 2005 ketika Imad Mughniyeh, seorang komandan militer Hizbullah, tewas oleh bom yang menghancurkan mobilnya di Damaskus.

Pembunuhan Al-Laqqis terjadi tidak lama setelah pemimpin gerakan Hizbullah Hassan Nasrallah muncul dalam sebuah wawancara di jaringan OTV Lebanon.

Dalam pidatonya, Nasrallah menuduh Arab Saudi berada di balik pengeboman Kedutaan Besar Iran di Beirut, bulan lalu, yang menewaskan 23 orang. (T/P09/R1) 

Mi’raj News Agency (MINA) 

Leave a Reply