EKSTRIMIS YAHUDI SERBU AL-AQSHA LAGI

Sekelompok pemukim ilegal ekstrimis Yahudi menyerbu pelataran Masjid Al-Aqsha, Al-Quds, Palestina, dengan melakukan ritual ibadah Talmud dan tur provokatif di sekitar kiblat pertama umat Islam itu, Ahad (1/12). (Foto: Al-Aqsa Foundation)

Al-Quds (Yerusalem), 27 Muharram 1435/1 Desember 2013 (MINA) – Bentrokan terjadi pada Ahad (1/12) antara mahasiswa Palestina dan pasukan penjajah Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha.

“Pasukan Israel menggunakan bom gas air mata terhadap jamaah masjid dan mahasiswa,” kata Othman Abu Gharbiye, salah seorang penjaga Al-Aqsha kepada Anadolu Agency yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Dia mengatakan, ada beberapa di antara jamaah muslim Palestina yang berada di kiblat pertama umat Islam itu menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata.

Bentrokan meletus setelah puluhan pemukim ilegal ekstremis Yahudi menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dan melakukan ritual Talmud di dalamnya.

Dia juga mengungkapkan, sekitar 50 pemukim ilegal Yahudi dikawal pasukan tentara penajajh Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha sejak pagi melalui Gerbang Maghriba, barat Al-Aqsha.

“Sekitar 50 pemukim menyerbu (Masjid Al-Aqsha) pagi hari tadi di bawah perlindungan polisi dan pasukan khusus Israel,” tambah Abu Gharbiye.

Anas Ghanayim, seorang jurnalis dari Yayasan AlAqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam, menegaskan sekitar 50 pemukim ilegal ekstrimis Yahudi menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha pada pagi hari dan melakukan ibadah ritual Talmud di Gerbang Ar-Rahmah

Ghanayim juga mengatakan, polisi penjajah Israel menangkap tiga mahasiswa Palestina setelah mereka bentrok dengan para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dan membuat mereka dipaksa keluar dari pelataran AlAqsha.

Dia menunjukkan kondisi dengan ketegangan tinggi berlaku saat ini di Masjid AlAqsha karena serangan berulang para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi, menambahkan situasi mungkin akan meningkat.

Tingkatkan Penyerangan Jelang Hari Raya Yahudi

Para pemukim dan kelompok-kelompok ilegal ekstrimis Yahudi di bawah perlindungan ketat polisi penjajah Israel melakukan serangan hampir setiap hari ke Masjid AlAqsha dan melakukan praktik lalim terhadap jamaah muslim dan mahasiswa yang berada di sana.

Sebelumnya, lebih 100 pemukim ilegal ekstrimis Yahudi menyerbu Al-Aqsha melalui Gerbang Magharibah, Kamis (28/11) lalu.

Kelompok ekstrimis Yahudi menghasut pengikut mereka untuk secara bergelombang masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha dalam jumlah banyak untuk menandai kedatangan hari raya Yahudi ‘Hanukkah’.

Hanukkah disebut juga dengan festival Kenisah atau fastival cahaya (Festival of Lights), berarti pembersihan kuil tuhan Yahudi, merupakan salah satu hari raya Yahudi yang digelar di kota Al-Quds (Yerusalem) tiap tanggal 25 Kislew (sekitar akhir bulan Desember) selama delapan hari lamanya.

Pada hari-hari itu Zionis Israel memanfaatkannya untuk melancarkan Yahudisasi total kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dengan menyerukan para ekstrimis Yahudi melakukan ritual di sana.

Secara terpisah, polisi penjajah Israel mencegah dua wanita dan seorang remaja memasuki kompleks Al-Aqsha hingga 12 Desember mendatang.

Seringnya pelanggaran memancing kemarahan Muslim Palestina dan kadang-kadang menyebabkan bentrokan kekerasan di dalam kompleks masjid. Masjid Al-Aqsha adalah masjid suci ketiga dalam Islam setelah Masjid Al-haram di Makkah dan Masjid An-Nabawi di Madinah.

Yahudi menyebut Al-Aqsha sebagai “Temple Mount/Kuil Bukit”, mengklaim daerah itu adalah tempat dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno. (T/P09/P015/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

Rate this article!

Leave a Reply