PENASEHAT SENIOR MANTAN PERDANA MENTERI LIBANON TEWAS DALAM LEDAKAN

Beirut, 25 Shafar 1435/27 Desember 2013 (MINA) – Mohamed Chatah, mantan Menteri Keuangan dan penasehat senior mantan Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, tewas dalam ledakan besar di ibukota Libanon, Beirut pada Jumat.

Media Libanon telah mengonfirmasi kematian Chatah akibat ledakan beberapa ratus meter dari kantor pusat pemerintah dan gedung parlemen, Ahram Online melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Seorang sumber Palang Merah mengatakan kepada saluran Future TV Libanon, setidaknya lima orang tewas dalam serangan itu dan 78 luka-luka. Ledakan itu menghancurkan enam bangunan, 14 toko dan 42 mobil.

Chatah adalah duta besar Libanon untuk Washington dan seorang ekonom terkemuka. Dia menjabat sebagai penasihat pemerintahan mantan Perdana Menteri Fouad Saniora dan penggantinya Saad Hariri.

AFP melaporkan, Chatah tewas saat menuju ke rumah Saad Hariri di pusat kota Beirut untuk menghadiri pertemuan Koalisi 14 Maret anti-Suriah yang mendukung oposisi Suriah terhadap rezim Assad.

Future TV mengatakan, Saniora dan sejumlah tokoh terkemuka dalam Koalisi 14 Maret akan mengeluarkan pernyataan pers tentang ledakan Jumat pada jam-jam mendatang.

Perdana Menteri Libanon Najib Mikati mengutuk pembunuhan Chatah dalam sebuah pernyataan via Twitter, mengekspresikan harapan bahwa Libanon tidak akan menderita tragedi, kehancuran dan kerusakan lagi.

“Kami mengutuk pembunuhan mantan menteri Mohamed Chatah, yang menargetkan orang politik, akademis dan moderat yang memiliki keyakinan dalam dialog, logika dan hak untuk berbeda pendapat,” kata Mikati.

Mikati mengungkapkan, dia telah berkonsultasi dengan Presiden Michel Suleiman atas pembunuhan dan respon yang diperlukan.

Mantan Sekjen Liga Arab Amr Moussa mengumumkan keterkejutannya atas pembunuhan Chatah melalui pernyataan di Twitter.

“Saya berkabung untuk salah satu orang terbaik yang saya temui di Libanon. Saya berbelasungkawa kepada keluarga, dan saudara tercinta, serta semua orang yang mengenalnya,” katanya dan mengutuk aksi teroris itu dan meminta pemerintah untuk mencegah dunia Arab menjadi arena berdarah.

Libanon telah mengalami gelombang pemboman selama beberapa bulan terakhir karena ketegangan meningkat selama perang saudara di Suriah. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply