PENJAJAH ISRAEL TANGKAP TIGA BOCAH PALESTINA SAAT BERMAIN DI MASJID AL AQSHA

Al Quds, 27 Shafar 1435/30 Desember 2013 (MINA) – Pasukan penjajah Israel (IOF) menahan tiga bocah Palestina saat mereka bermain di halaman Masjid Al-Aqsha, Senin (30/12) pagi.

Kepala Pusat Penerangan Masjid al Aqsa, Wadi Helwa membenarkan berita tersebut. “Mereka adalah Hamza Abu Nab, Ahmed Takruri dan Abed Rahaman Hashlamoun. Ketiga bocah itu penduduk al Quds (Jerusalem). Mereka ditangkap saat berada di halaman Masjid Al-Aqsa,” paparnya.

Wadi Helwa menambahkan, anak-anak tersebut berusia dibawah delapan tahun. Pasukan IOF membawa mereka ke tempat yang tidak diketahui. lapor Al-Ray dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Beberapa kelompok pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dipimpin Rabbi radikal Yehuda Glick sejak Ahad lalu melakukan tur provokatif di Masjid Al-Aqsha dengan kawalan ketat polisi penjajah Israel, Ahad (29/12) pagi waktu setempat.

Media Palestina AlResalah melaporkan, lebih dari 25 pemukim ilegal ekstrimis Yahudi menyerbu masjid melalui Gerbang Maghribi kompleks Al-Aqsha.

Seorang peneliti urusan Al-Quds, Jamal Amro mengatakan, Glick memberikan penjelasan mengenai kuil dugaan kepada para pemukim ekstrimis Yahudi dengan memegang sebuah buku berisi foto dan peta.

Beberapa foto yang diperlihatkan Glick itu memperlihatkan sinagog mitos mereka yang mengacu pada Qubbatush Shakhrah (Kubah Batu) di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha.

Amro menyebutkan saat kelompok pemukim ekstrimis Yahudi menyerbu Al-Aqsha, ratusan mahasiswa Palestina berada di pelataran masjid meskipun dalam kondisi hujan dan cuaca dingin. Para Mahasiswa Palestina yang berada di sana menolak kehadiran para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi itu dengan meneriakkan slogan-slogan Islam,

Masjid Al-Aqsha dengan luas sekitar 144 ribu meter persegi, merupakan 1/6 dari seluruh luas area yang dikelilingi tembok kota tua Al-Quds, baik di atas dan di bawah area adalah milik umat Islam. Yahudi mengklaim secara sepihak kawasan Al-Aqsha sebagai sinagog mitos mereka (Temple Mount), tempat dua sinagog Yahudi terbesar di zaman kuno.

Dalam mitos Yahudi dikatakan, juru selamat mereka tidak akan turun ke bumi sebelum sebuah sinagog Yahudi terbesar ketiga dibangun di atas lokasi Masjid Al-Aqsha. Namun dalam keyakinan umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan tempatpaling suci ketiga. Al-Aqsha merupakan tempat ibadah utama, kiblat pertama umat Islam dan tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu’ Alaihi Wa Salam.

Tingkatkan Kehadiran Umat Islam di Al-Aqsha

Sementara para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi menyerbu Al-Aqsha, polisi penjajah Israel mengintensifkan langkah-langkah pembatasan akses masuk jamaah muslim menuju kiblat pertama umat Islam itu. Polisi penjajah Israel menolak jamaah muslim dan mahasiswa memasuki Masjid Al-Aqsha dan mengambil kartu identitas mereka.

Amro menyerukan semua gerakan Palestina, lembaga, dan tokoh-tokoh Islam untuk meningkatkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsha, menghadapi penyerangan dan penyerbuan para pemukim Israel. Seruan itu dikuatan dengan adanya desakan Menteri Pariwisata Yordania Nidal Qatamin kepada umat Islam untuk mengunjungi kota Al-Quds mematahkan kontrol penjajah Israel.

Kunjungan ke Al-Aqsha juga menunjukkan dukungan bagi warga Palestina yang sedang melawan rencana-rencana Yahudisasi Israel untuk menggantikan situs-situs suci umat Islam di sana. Pernyataan itu dikeluarkan saat Qatamin melakukan kunjungan ke kota Al-Quds yang diduduki, Sabtu (28/12) lalu. Adnan Husseini, Menteri Palestina urusan Al-Quds, menyambut Qatamin saat tiba di Al-Aqsha dan mengatakan kunjungan Arab dan Muslim ke Al-Quds akan membantu ketabahan penduduk Palestina. (T/P04/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply