ULAMA PALESTINA: MUSLIMIN HARUS BERSATU BEBASKAN AL-AQSHA

Jakarta, 19 Shafar 1435/22 Desember 2013 (MINA) – Muslim di seluruh dunia harus selalu bersatu dalam ukhuwah Islamiyah untuk pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsha.

Hal itu disampaikan Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsha periode 1984-1988, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Mahmoud Shiyam dalam acara Safari dakwah di Masjid Agung Al-Jihad, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/12).

Dia menyampaikan peran ibu sangat penting untuk mencetak generasi Qur’ani dalam perjuangan Islam selanjutnya.

Sheikh Mahmoud Shiyam juga berpesan terhadap generasi muda sebagai generasi penerus yang unggul dalam Islam harus giat belajar sehingga mereka dapat menjadi mujahidin, ulama, dan para ahli, terutama dalam tuganya untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel.

Dia menyoroti Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia memiliki semangat dan antusias yang luar biasa atas kepedulian terhadap umat Islam di Palestina khususnya kondisi Masjid Al-Aqsha yang hingga sekarang masih terus dinodai dan berusaha diruntuhkan oleh penjajah Zionis Israel.

“Rakyat Indonesia dan Malaysia sangat mencintai Palestina. Oleh karena itu, kami rakyat Palestina sangat membutuhkan dukungan, doa serta materi yang akan dimanfaatkan untuk anak yatim piatu, orang miskin, janda serta pembangunan rumah sakit, dan Penguat Jihad Fi Sabilillah,” kata Sheikh Mahmoud Shiyam, Ketua Rabithah Ulama Palestina itu.

Sheikh Mahmoud Shiyam, mantan Rektor Universitas Islam Gaza-Palestina, juga mencermati kondisi umat Islam di seluruh dunia dan prihatin atas kondisi mereka dalam keadaan berpecah belah dan bermasalah, seperti berbagai konflik yang terjadi di Mesir, Suriah, Irak, Afghanistan, dan Rohingya.

Galang Dana untuk Al-Aqsha

Sementara dalam sambutannya Ketua Panitia Safari Dakwah, Alwi Assegaf menghimbau kepada Muslimin Indonesia khususnya Muslimin NTT harus lebih peduli terhadap kondisi muslimin dan pihaknya berusaha menyampaikan sosialisasi tentang kondisi Muslim di Palestina, khususnya di Jalur Gaza saat ini yang masih diblokade penjajah Israel dari berbagi sisi.

“Saya juga mengharapkan setiap komponen masyarakat khususnya Indonesia bisa bersatu dalam kepedulian dan mempunyai rasa empati terhadap sesama kaum muslimin. Apa pun yang bisa kita berikan untuk mereka, maka berikanlah walaupun hanya dengan doa sekalipun untuk meringankan beban mereka,” ujarnya saat dihubungi MINA (Mi’raj News Agency), Ahad (22/12).

Dia menyatakan, dari berbagai organisasi, seperti LSM dan ormas di NTT sangat antusias dan ikut aktif dalam berpartisipasi mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha dengan mengumpulkan dana untuk perjuangan tersebut.

Alhamdulillah, selama dua hari dalam acara safari dakwah Syeikh Mahmoud Shiyam sudah terkumpul dana sekitar 57 juta rupiah,” ungkapnya.

Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. Abdul Kadir Makarim dan Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Wingapu, Sumba Timur, Batjo Suman juga mengatakan, MUI sangat mendukung acara safari dakwah dan kemanusiaan itu. MUI menyerukan masyarakat NTT bisa lebih peduli terhadap sesama Muslim yang masih tertindas dan memerlukan bantuan, seperti di Palestina.

Aktivis dakwah peduli Palestina, Dili Handosiswoyo juga mendukung penyelenggaraan acara safari dakwah Ketua Rabhitah Ulama Palestina itu dan menyatakan, perkembangan Muslim di NTT semakin pesat. Kehidupan antara umat beragama di sana masih toleran dan saling menghargai, walaupun masih banyak non muslim di sana.

“Perkembangan Muslim di NTT semakin pesat, namun perlunya pembenahan secara akidah dari budaya-budaya dan tradisi yang masih mereka yakini,” kata Dili Handosiswoyo.

Seorang Dai di Waingapu itu juga menyatakan, NTT memerlukan dai-dai yang berkualitas dan bersikap militan serta dapat menangani berbagai kondisi masyarakat NTT.

Safari Dakwah Sheikh Mahmoud Shiyam yang diadakan oleh Aqsa Working Group (AWG) perwakilan Kupang, NTT dimulai pada Jum’at (20/12) siang sampai Ahad (22/12) siang dihadiri sebanyak ratusan masyarakat Muslim NTT dari  Majelis Ta’lim, Ormas Islam, dan lainnya. (L/P010/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply