TAHANAN MOGOK MAKAN TERLAMA PALESTINA DIBEBASKAN SENIN

Gaza City, 20 Shafar 1435/23 Desember 2013 (MINA) – Penjajah Israel akan membebaskan tawanan mogok makan Palestina Samer Al-Issawi pada Senin (23/12) dengan tidak menyebutkan waktu dan tampatnya.

Sebelumnya Al-Issawi dibebaskan di bawah kesepakatan pertukaran tawanan antara penjajah Israel dan Gerakan Hamas pada Oktober 2011 setelah menjalani sepuluh tahun penjara.

Ia kembali ditangkap pada 7 Juli 2012 dan didakwa melanggar ketentuan kesepakatan itu.

Satu bulan kemudian, ia meluncurkan aksi mogok makan terbuka untuk memprotes penahanannya yang dilanjutkan tanpa pengadilan dan alasan yang jelas.

Dia melanjutkan aksi mogok makan selama sembilan bulan sampai tuntutannya dipenuhi, media Palestina AlRay melaporkan.

Al-Issawi mengakhiri aksi protes pada 23 April 2013 setelah menandatangani kesepakatan dengan penjajah Israel yang menetapkan tanggal pembebasannya.

Kesepakatan itu dilaksanakan asal Issawi dibebaskan dengan dipulangkan ke rumahnya di Al-Quds yang diduduki setelah ditahan selama delapan bulan tanpa pengadilan.

Dia melakukan aksi mogok makan terlama selama 266 hari untuk meraih kebebasannya.

Adik perempuan Al-Issawi mengatakan pasukan penjajah Israel menyerbu rumahnya di Al-Quds, Ahad kemarin, menangkap ayahnya Tariq, dan saudaranya, Midhat. Midhat sebelumnya pernah ditahan di penjara Israel selama 19 tahun.

“Saya bersumpah demi Allah kita akan bersukacita dalam kebebasan pahlawan Samer Issawi,” Ma’an mengutip adik kandung Samer Al-Issawi, Shireen Al-Issawi, yang mengatakan di akun Facebooknya.

Akhiri Praktek Sewenang-Wenang Israel Terhadap Tahanan Palestina

Dimulai oleh Khader Adnan lebih dari setahun yang lalu, gerakan ini telah menarik ribuan tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan jangka pendek dan panjang untuk menuntut perubahan dalam sistem peradilan militer Israel yang mengatur tahanan warga Palestina dari Tepi Barat, Al-Quds, dan Jalur Gaza.

Lebih dari 1600 tahanan melakukan aksi mogok makan sejak 17 April 2012 lalu. Tujuan utama mereka adalah menuntut penjajah Israel untuk mengakhiri praktek sewenang-wenang dalam menahan warga, mengakhiri pemberlakuan sel isolasi, kekerasan di dalam sel, pencabutan semua pembatasan kunjungan keluarga tahanan, peningkatan pelayanan penjara dan perawatan medis,  serta mengakhiri keluarga tahanan yang dipermalukan di pos pemeriksaan saat melakukan kunjungan, membuka kembali kunjungan keluarga dari Gaza serta memberikan kehidupan bagi tahanan Palestina yang bebas dan bermartabat.

Penjajah Israel telah menghentikan kunjungan keluarga bagi para tahanan yang melakukan aksi mogok makan.

Organisasi Hak Asasi Manusia Urusan Tahanan Palestina, AdDameer, melaporkan total tawanan warga Palestina yang kini berada di penjara-penjara penjajah Israel berjumlah 4996 tawanan.

Pada akhir September 2012, terdapat sekitar 60 tahanan Palestina yang ditahan di dalam sel isolasi, termasuk dua di antaranya ditempatkan secara terpisah untuk alasan negara atau keamanan penjara.

Banyak tahanan Palestina yang ditahan selama bertahun-tahun tanpa diadili, dan orang-orang yang dikenakan hukuman, lebih dari 99 persen mereka yang ditahan seringkali dengan sedikit atau tidak ada bukti atas penahanan mereka. (T/P02/P03)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply