SEJAK 2013, TENTARA ISRAEL CULIK 3.874 WARGA PALESTINA

West Bank, 26 Shafar 1435/28 Desember 2013 (MINA) – Departemen Sensus Kementerian Tahanan Palestina menerbitkan laporan tahunan yang menyatakan tentara Israel menculik warga Palestina selama 2013 sebanyak 3.874, termasuk 931 anak-anak dan empat tahanan meninggal.

Sensus Departemen itu menunjukkan dari 1.975 yang diculik tentara Israel, berusia antara 18 dan 30 (51% dari jumlah total di Palestina), dan 931 di antaranya anak-anak berusia dibawah 18 tahun, seperti dilaporkan International Midlle East Media Center (IMEMC) dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Kepala Departemen Sensus, Abdul-Nasser Farawna, mengatakan, Israel sengaja menargetkan anak muda Palestina, termasuk anak-anak, karena mereka adalah inti dari masyarakat, dan faktor yang bergerak.

Mantan tahanan politik itu menambahkan, Israel takut kepada pemuda Palestina karena kesabaran mereka, dan ketekunan untuk mencapai pembebasan dan kemerdekaan.

“Inilah sebabnya mengapa meningkatnya penangkapan terhadap mereka. Mereka dipenjara, disiksa, dilecehkan dan diintimidasi,” katanya.

Ia menambahkan, 931 anak-anak diculik, ditawan dari berbagai daerah di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah. Sekitar 5,7 % peningkatan jumlah anak-anak yang diculik oleh tentara pada 2012, dan 37,5% meningkat dibandingkan dengan 2011.

“Fakta pelanggaran yang paling serius dengan menculik anak-anak lalu dipukuli, dan disiksa selama interogasi,” jelasnya.

Farawna menyatakan, mereka dipermalukan, dan mengalami penyiksaan fisik serta emosional. “Penderitaan semua orang Palestina yang diculik, terutama anak-anak, mulai saat penangkapan yang dilakukan oleh puluhan tentara bersenjata. Para tentara itu menyerang rumah mereka, memukul dan menendang mereka di depan keluarga mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelanggaran juga mencakup penyerangan anggota keluarga. Mereka kemudian diborgol, ditutup matanya dan ditempatkan ke dalam jip militer di mana mereka sering dipukuli, sebelum mereka diseret ke fasilitas interogasi di kamp-kamp militer atau pemukiman.

Saat ini ada 1.400 tahanan Palestina, 150 di antaranya menderita berbagai penyakit seperti kanker dan diabetes. Dari jumlah itu, sedikit sekali yang diberikan pengobatan secara medis yang serius. Bahkan, kebanyakan di antara tahanan yang sakit sengaja dibiarkan tak diobati oleh penjajah Israel.

Jumlah tahanan yang meninggal di penjara, baik karena penyiksaan atau ditembak oleh tentara selama dan setelah penangkapan mereka, sejak tahun 1967, saat ini mencapai 204. Korban terakhir di antara tahanan itu bernama Maisara Abu Hamdiyya (63) yang meninggal pada 2 April 2013, dan Arafat Jaradat (20) yang meninggal pada 22 Februari 2013.

Abu Hamdiyya menderita berbagai jenis penyakit seperti tumor otak, paru-paru, hati, tulang belakang dan kanker tenggorokan hingga pita suaranya hilang. Meskipun kondisinya sangat memprihatinkan, namun pihak penjara Israel tidak pernah memberikan Hamdiyya perawatan medis secara serius dan khusus.

Seperti halnya tahanan Arafat Jaradat yang syahid di Mejeddo penjara Israel, ia adalah seorang pria muda yang sehat dari kota Sa’ir di Hebron, dan disiksa sampai mati oleh para interogator Israel.

Israel saat ini menahan sekitar 5.200 warga Palestina yang dijebloskan ke penjara dan menyiapkan sebanyak 17 kamp penahanan dan tempat interogasi di seluruh wilayah. Jumlah tahanan tersebut termasuk 250 di antaranya anak-anak, 13 wanita, dan 13 anggota dewan yang terpilih secara demokratis.(T/P08/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply