TENTARA ISRAEL SERANG DEMO TOLAK PRAWER PLAN

Negev, 21 Muharram 1435/1 Desember 2013 (MINA) – Tentara dan polisi Israel menyerang ratusan demonstran di gurun Negev, Palestina, yang sedang melakukan aksi protes menolak Prawer Plan, rencana terbaru Israel mengusir puluhan ribu warga Palestina di gurun itu.

Para polisi menyerang ke tengah kerumunan demonstran, yang kemudian dibalas dengan lemparan batu para aktivis, media Palestina Maan edisi Sabtu (30/11) melaporkan, yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency).

Setidaknya 100 ribu warga Palestina, aktivis perdamaian internasional Israel, juga Anggota Parlemen Israel (Knesset) keturunan Arab, Ahmad Tibi dan Jamal Zahalka ikut berpartisipasi dalam protes tersebut.

Tibi mengatakan, protes besar-besaran menegaskan, rencana Prawer Plan tidak akan berhasil diterapkan meskipun Parlemen Israel menyetujuinya.

Tibi menjelaskan, Israel bertujuan menggusur dan mengusir penduduk Arab asli dari tanah air mereka, untuk menggantinya dengan pemukim ilegal Yahudi dan pusat perbelanjaan.

“Warga Palestina akan terus melakukan protes itu, karena pengusiran itu bersifat rasis,” tegasnya.

Tibi menambahkan, ia dan berbagai pejabat Palestina akan terus bergerak hingga ke tingkat internasional atas perlakuan rasis Israel tersebut.

Zahalka menambahkan, dengan pemaksaaan rencana ini, Israel berhadapan langsung dengan penduduk asli Arab dan Palestina, dan Israel akan menanggung akibatnya.

Ia mendesak Israel menghentikan rencana itu dan melakukan negoisasi dengan seluruh warga keturunan Arab Badui di Negev, Palestina.

Berbagai protes juga digelar di Hebron dan Ramallah serta beberapa bagian Tepi Barat. Tercatat, beberapa warga Palestina terluka oleh tembakan tentara Israel dan beberapa lainnya ditahan.

Prawer Plan bertujuan menyita hampir satu juta tanah milik Arab Badui di daerah Negev, Palestina dan upaya menggusur sekitar 36 desa dan mengusir hampir 100.000 warga di dalamnya.

Dengan penggusuran dan pengusiran itu,  Israel leluasa membangun pemukiman Yahudi dan pusat perbelanjaan. (T/P014/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply