TIGA IBU DITAHAN DI PENJARA ISRAEL

Tepi Barat, 3 Shafar 1435/6 Desember 2013 (MINA) – Tiga ibu di antara 16 tahanan perempuan berada di penjara Israel di Hasharon.

Direktur pusat Fuaad al-Khafsh mengatakan, tiga tahanan tersebut adalah Nawal al-Sa’adi (52) dari Jenin ibu dari lima anak, yang ditangkap pada Selasa (5/11) lalu, dia menderita darah tinggi dan merupakan tahanan perempuan tertua.

Intisar al-Sayyad dari Yerusalem adalah ibu dari empat anak. Dia ditangkap pada Jum’at (22/11) lalu, ia dituduh mencoba menusuk seorang pemukim Israel dan dikenakan hukuman dua tahun.  Ia menderita asma dan dyspnea (sesak napas).

Ibu ketiga adalah Rana Abu Kweik (32) dari Ramallah. Ibu dari empat anak itu ditangkap pada Senin (25/11) dan diinterogasi selama 11 hari. Menurut laporan Alray dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Fuad al-Khafsh menyatakan, tahanan ibu di penjara-penjara Israel sengaja menghalangi mereka untuk bertemu dengan anak-anaknya.

Dalam berita terkait al-Khafsh mengkritik organisasi perempuan di Palestina karena tidak menyoroti peran besar perempuan Palestina dalam perjuangan Palestina.

“Puluhan perempuan Palestina masih di penjara Israel,” katanya, pada Rabu (30/10) lalu.             

16 tahanan perempuan diidentifikasi sebagai Lina Jerboni, Donia Waked, Inam Kanmbo, Linan Abu Ghalmah, Muyassar A’tyani, Nawal Saadi, Tahreer al-Queni, Alaa Abu Zatoon, Nahil Abu Aisha, A’yat Mahfouz, Fadwa Ghanem, Mona Ka’adan, Itesar al Sayaad , Inam al-Hasanat, Mountaha al-Heih, dan Lama Haddaadh masih ditahan di penjara Hasharon.

Ia menyerukan kepada organisasi internasional untuk menekan Israel agar melepaskan para tahanan perempuan.

Sebelumnya, Pusat Studi tahanan Palestina menyatakan pada Ahad (8/9), sepertiga dari tahanan wanita Palestina di penjara Israel itu tidak menerima perawatan kesehatan yang layak dan perawatan medis yang menyebabkan kondisi mereka memburuk.(T/P013/R2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply