TUNISIA ANGKAT PERDANA MENTERI BARU JELANG PEMILU

Tunis, 11 Safar 1435/13 Desember 2013 (MINA) – Partai Islam berkuasa dan partai-partai oposisi Tunisia telah mencapai kesepakatan untuk nama Perdana Menteri baru, yang akan memimpin pemerintahan sementara sampai pemilihan umum yang ditujukan untuk mengakhiri krisis politik.

Kesepakatan tentang Perdana Menteri baru diumumkan Kamis, membuka jalan bagi pemerintah saat ini untuk mundur akhir bulan ini dan mengakhiri kekacauan yang telah mengancam transisi Tunisia menuju demokrasi penuh selama tiga tahun setelah Revolusi Arab Spring.

Di bawah kesepakatan sebelumnya yang ditengahi oleh Serikat Buruh Umum Tunisia (UGTT), partai Islam moderat Ennahda setuju mengundurkan diri setelah kedua pihak memutuskan kabinet sementara, menyelesaikan konstitusi baru dan menetapkan tanggal pemilihan

Ketua UGTT Hussein Abbassi mengkonfirmasi kesepakatan yang telah dicapai setelah negoisasi selama berminggu-minggu, Al Jazeera melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Para pemimpin politik tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral telah menduduki puncak daftar kandidat potensial untuk jabatan terkemuka.

Abbassi mengatakan, dia akan mengumumkan nama Perdana Menteri baru pada 14 Desember.

Hampir tiga tahun setelah pedagang kaki lima Tunisia, putus asa membakar diri yang memicu pemberontakan yang menggulingkan otokrat Zine el-Abidine Ben Ali, Tunisia kian dekat dengan langkah menuju transisi kepada demokrasi penuh.

Beberapa bulan terjadi perselisihan antara partai-partai di Tunisia, perekonomian negara menjadi goyah dan kelompok-kelompok bersenjata melakukan serangkaian serangan.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi pemberi pinjaman internasional Tunisia tentang defisit negara dan pembunuhan dua pemimpin oposisi awal tahun ini telah meningkatkan tekanan untuk mencapai kesepakatan. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply