TURIS ISRAEL MASUK MESIR TANPA PASPOR

Kairo, 16 Shafar 1435/19 Desember 2013 (MINA) – Pihak pelabuhan Taba Mesir menyaksikan 855 turis Israel memasuki Mesir melalui daerah Eilat dengan tanpa paspor.

Dikabarkan mereka akan menghabiskan masa libur di beberapa tempat wisata di Taba, Nuweiba, Dahab, dan Sharm Syeikh. Taba adalah kota kecil yang terletak di sebelah utara wilayah Mesir dan berbatasan dengan tiga negara. Batas terdekat adalah bagian Selatan Palestina yang dicaplok Israel, Eilat.

Selain itu, terdapat kendaraan pribadi milik Israel yang juga memasuki kawasan wisata tersebut, Pusat Studi Informasi Alam Islami (SINAI) yang berpusat di  Kairo melaporkan pada Rabu (18/12), sebagaimana dikutip MINA (Mi’raj News Agency).

Sumber resmi pelabuhan Taba yang tidak disebut namanya oleh SINAI juga mengkonfirmasi, sekitar 1059 orang turis Israel telah meninggalkan kawasan tersebut dan kembali ke Eilat, wilayah Palestina yang dijajah Israel. Hal itu menunjukkan bahwa mereka masuk wilayah semenanjung Sinai, Mesir tanpa paspor.

SINAI mengutip harian Cairo Portal menyatakan, sumber tersebut juga menyampaikan para turis menuju ke beberapa resort yang ada di semenanjung Sinai, khususnya Nuweiba, Dahab, dan sebagiannya pergi ke Sharm Syekh untuk menghabiskan liburannya di sana.

Dalam sejarahnya, Taba adalah satu wilayah di Mesir yang seringkali menjadi rebutan penjajah Israel. Posisinya yang sangat strategis di akhir muara laut merah, menjadikan Taba selalu menjadi bidikan Israel. Pertama kali Taba jatuh ke tangan Mesir pada tahun 1949 melalui genjatan senjata.

Ketika krisis Suez di Sinai memanas pada tahun 1956, Taba jatuh ke tangan Israel dan satu tahun setelahnya kembali ke pangkuan Mesir kembali. Namun, Israel berhasil menduduki Sinai setelah terjadi perang enam hari pada 1967, meskipun dikemudian hari Sinai kembali ke tangan Mesir, dan Taba jatuh lagi ke tangan Israel.

Perebutan Taba antara Mesir Israel terus berlanjut ketika pada tahun 1979 terjadi perang Yom Kippur. Alotnya perebutan wilayah Taba antara Mesir dan Israel, menjadikan komisi internasional harus turun tangan, pada tahun 1988 komisi memutuskan untuk mendukung Mesir sebagai pemegang kekuasaan atas Taba dan Israel menyepakati keputusan itu pada 1989.(T/P03/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply