YORDANIA ANGGOTA TIDAK TETAP DK PBB GANTIKAN SAUDI

Menteri Luar Negeri Jordan Nasser Judeh (kanan) diberi ucapan selamat setelah terpilih menggantikan Arab Saudi di kursi PBB. (Foto: PBB dok)

New York, 5 Shafar 1435/8 Desember 2013 (MINA) – Majelis Umum PBB menetapkan Yordania sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB menggantikan Arab Saudi.

UN News Center eidisi Jumat (6/12) menyebutkan, Yordania didukung kelompok regional Afrika dan Asia, terpilih untuk waktu dua tahun ke depan, dimulai 1 Januari 2014.

Negara ini akan  menjabat bersama Chad, Chili, Lithuania dan Nigeria,  yang sebelumnya dipilih  pada 17 Oktober 2013, rilis PBB yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency).

Sebelumnya, Arab Saudi adalah negara yang terpilihi sebagai salah satu anggota DK PBB, Oktober itu. Namun dalam sebuah surat untuk Sekjen PBB Ban Ki-Moon pada 12 November, Menteri Luar Negeri Saudi rmenyampaikan bahwa negaranya keberatan menerima keanggotaan itu.

Dalam pernyataan, Arab Saudi meminta maaf  dan menjelaskan negaranya tidak bisa menerima penunjukkan PBB sampai ada reformasi tugas dan tanggung jawab PBB dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

“Arab Saudi menuding masih ada standar ganda di dalam tubuh PBB yang membuat lembaga ini sulit melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memelihara perdamaian dan keamanan internasional, membiarkan ketidakadilan terus meluas, masih adanya pelanggaran hak-hak asasi dan tetap berlangsungnya konflik perang di seluruh dunia,” lanjut pernyataan itu.

PBB Gagal Bantu Palestina

Dalam keterangan lebih lanjut, Arab Saudi  menyebutkan, Palestina yang hingga kini masih hidup dalam ketidakadilan penjajahan selama 65 tahun, dibiarkan oleh PBB.

PBB tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan perdamaian. Ini merupakan kegagalan  lembaga ini menjadikan Timur Tengah menjadi zona bebas dari semua senjata pemusnah massal,” tambah pernyataan.

Arab Saudi yang terpilih sebagai salah satu dari 10 anggota tidak tetap DK PBB mengatakan bahwa 15 anggotanya juga tidak mampu menyelesaikan konflik dunia seperti perang saudara di Suriah.

Arab Saudi negara pendukung oposisi Suriah dalam perjuangan mereka untuk menggulingkan rezim  Assad, mengkritik masyarakat internasional karena gagal menghentikan perang saudara di Suriah yang menelan korban lebih dari 120.000 jiwa.

Kursi DK PBB sebenarnya sangat diinginkan oleh negara-negara di dunia, karena negara bersangkutan memiliki suara dalam hal-hal yang berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional.

DK PBB beranggotakan 15 negara meliputi lima anggota tetap dengan hak veto (Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Perancis) ditambah 10 anggota tidak tetap yang dipilih untuk masa dua tahun.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi mengatakan, keputusan negaranya mencerminkan kebijakan mendukung penyelesaian sengketa dunia dengan cara damai.(T/P03/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply