14 TEWAS TERJEPIT DAN TERINJAK WAKTU BEREBUT MAKANAN DI MASJID CINA

Beijing, 5 Rabi’ul Awwal 1435/7 Januari 2014 (MINA) – Empat belas korban tewas dan 10 lainnya terluka akibat berebut makanan dalam acara makan siang di sebuah masjid di wilayah Barat Daya Provinsi, Ningxia, Cina Utara.

Onislam yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA) menyebutkan, keributan terjadi disertai aksi saling-desak saat hidangan santap siang dibagikan pada para tamu yang hadir dalam acara untuk mengenang wafatnya seorang ulama , pukul 13.00 Ahad (5/1) waktu setempat.

Para korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat, sedangkan empat diantaranya dalam keadaan kritis.  Beberapa jam kemudian foto-foto insiden yang menunjukkan enam jenasah  termasuk anak-anak yang dibaringkan di salah satu serambi mesjid telah diposting ke berbagai media online, sementara penyelidikan atas peristiwa nahas itu sejauh ini masih dilakukan oleh aparat keamanan setempat

“Mereka adalah anak-anak miskin,” demikian tulisan di salah satu poster yang diungkapkan Onislam dalam laporannya.

Selain itu foto tersebut juga menunjukkan kerumunan orang, hampir seluruhnya pria berjubah dan berkopiah putih, berdiri di luar mesjid bercat hijau menyaksikan tragedi  tersebut .  Pakaian dan sepatu terlihat berserakan di tanah.

Provinsi Ningxia yang terletak  di Cina Utara adalah pemukiman  warga Cina bersuku minoritas Hui yang  mayoritas beragama Islam, tapi mereka berbeda dari muslim etnis Uighur Xinjiang.

Menurut data resmi, Cina memiliki 20 juta penduduk Muslim, sebagian besar berpusat di Xinjiang, Ningxia, Gansu, Qinghai serta di sejumlah daerah dan provinsi laiinnya.  Lebih dari 2,25 juta  warga suku Hui tinggal di Daerah Otonom Ningxia Hui.

Komunitas Muslim yang lebih kecil juga ditemukan di seluruh kota Cina.  Secara tidak resmi, jumlah populasi warga Muslim di Cina diperkirakan  lebih tinggi, yakni  sekitar  60-100 juta orang atau mencakup 7,5 persen dari total jumlah penduduk di negeri tirai bambu tersebut. (T/P013/E02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply