2014, INDONESIA TEKANKAN PENYELESAIAN KONFLIK PALESTINA DAN SURIAH

Jakarta, 5 Rabiul Awwal 1435/7 Januari 2014 (MINA) – Menteri Luar negeri Indonesia Marty M Natalegawa menyatakan, pada 2014 politik luar negeri Indonesia akan  lebih menekankan pada penyelesaian konflik Palestina dan Suriah.

“Di tahun 2014 ini, Indonesia mengagendakan program-program penyelesaian konflik Palestina dan Suriah yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir,” kata Marty dalam pidato pernyataan pers tahunan di  Jakarta, Selasa (7/1).

Marty menekankan, dalam penyelesaian konflik Palestina dan Suriah, Indonesia akan menggunakan pendekatan dialog dan diplomasi. “Pendekatan dialog dan diplomasi harus kita kedepankan untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” paparnya.

“Mewujudkan perdamaian dunia adalah salah satu amanat konstitusi negara kita. Kementrian Luar Negeri RI sebagai ujung tombak telah menjalankan amanah ini dengan maksimal berkat dukungan dari berbagai pihak, terutama insan media,” tambah Marty.

Menurutnya, saat ini sering muncul rasa tidak percaya dalam hubungan antarnegara, khususnya di Timur Tengah dan di kawasan Asia Pasifik sehingga memicu konflik di antara mereka. “Defisit Kepercayaanan antar sesama bangsa merupakan salah satu penyebab terjadinya perselisihan dan persengketaan. Oleh karenanya kita harus bangun komunikasi positif guna meminimalisir munculnya permasalahan,” kata Menlu RI itu.

Marty menyatakan, pada awal Maret 2014 Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi kerjasama negara-negara Asia Timur untuk pembangunan Palestina (Conference on Cooperation Among East Asia Countries for Palestinian Development CEAPAD) dengan tema “Meningkatkan kerjasama dan kemitraan pihak swasta dalam membantu perjuangan rakyat Palestina mewujudkan kemerdekaan dan kesejahteraannya” yang diusung dalam pertemuan tersebut.

”Ini merupakan wujud kontribusi Indonesia sebagai anggota masyarakat internasional,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia walaupun tengah memasuki tahun politik 2014, tetap menjalankan diplomasi internasional, seperti melalui konferensi tersebut.

Pada Agutus 2014, Indonesia juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Forum Global ke-6 untuk Aliansi Peradaban PBB. Penyelenggaraan forum tersebut di Indonesia adalah yang pertama kalinya, setelah sebelumnya berlangsung di Turki, Brazil dan Austria.

Pada bagian lain Menlu mengemukakan, Palestina adalah satu-satunya negara di dunia yang masih berada  di bawah penjajahan zionist Israel. “Oleh karena itu, Palestina perlu dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan kemerdekaannya seperti bangsa-bangsa lain di dunia, ” tutur Menlu. (L/P04/P09/E02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply