28 TEWAS , 200 LUKA DALAM SERANGAN DI FALLUJAH

Fallujah , 16 Rabiul Awal 1435 / 18 Januari 2014 ( MINA ) – Direktur Rumah Sakit Umum Fallujah, Irak, Abdel – Sattar Lawas menyatakan sedikitnya 28 warga sipil tewas dan 200 lainnya terluka sejak dimulainya operasi militer tiga pekan lalu.

“Sebagian besar korban tewas ketika masih di rumah-rumah mereka akibat luka tembak.  Mereka adalah warga sipil, golongan miskin yang tidak tahu konflik yang sebenarnya, ” kata Lawas kepada wartawan, Sabtu.

PBB dan Palang Merah Internasional mengumumkan, Fallujah dan wilayah-wilayah lain yang berdekatan dengannya terancam krisis kemanusiaan karena terus menerus kurangannya cadangan makanan dan air.

 PBB mencatat setidaknya 5.000 warga Fallujah telah mengungsi ke tempat yang aman. Warga Fallujah dikabarkan kekurangan air, makanan dan obat-obatan, lapor Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 Ketegangan selama beberapa bulan terakhir di provinsi Al Anbar terus meningkat. Dicabutnya tenda-tenda para demonstran di Al Ramadi berubah menjadi kerusuhan dan dikuasainya sebagian wilayah oleh oposisi.

 Beberapa saksi mata mengatakan, pertempuran antara militer Irak dengan militan bersenjata, Rabu (8/1) di sekitar Fallujah dan Ramadi terus berlanjut. Pemerintah provinsi Al Anbar mengabarkan tentang dihancurkannya sebuah jembatan kecil di sekitar Ramadi.

 Sementara itu, pemerintah Amerika telah meminta Kongres untuk memberi bantuan kepada Irak, tapi kongres telah menghalangi usaha pemberian helikopter-helikopter tempur apache kepada Irak.

Kongres minta jaminan bahwa helikopter-helikopter itu tidak akan digunakan untuk menyerang warga sipil di negara yang terpecah secara politik itu.

Pemerintah Irak menempatkan pasukan dan armada tanknya di perbatasan Fallujah. Pasukan Irak dikabarkan sempat menunda serangan setelah ada permintaan dari tokoh masyarakat Fallujah. ( T/P04 /E1)

Mi’raj Islamic News Agency ( MINA )

Leave a Reply