ABBAS: TIDAK ADA DAMAI DENGAN ISRAEL TANPA AL-QUDS

  Ramallah, 10 Rabi’ul Awwal 1435/12 Januari 2013 (MINA) – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Sabtu, tidak akan ada perdamaian dengan Israel kecuali Al-Quds (Yerusalem Timur) menjadi ibukota negara Palestina.

“Tidak akan ada perdamaian antara kami dan mereka (Israel) tanpa Al-Quds,” kata Abbas menjelaskan salah satu syarat utama perundingan damai dengan israel, kepada ratusan warga Palestina yang berkumpul di markas Otoritas Palestina di Ramallah.

Syarat lainnya adalah Israel harus kembali pada perbatasan sebelum perang tahun 1967 sebelum Israel menduduki wilayah-wilayah Palestina secara ilegal. Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Abbas juga mengatakan siap untuk melakukan rekonsiliasi dengan Hamas yang memerintah Gaza, membentuk pemerintah persatuan Pelestina, berdasarkan perjanjian sebelumnya yang ditandatangani di Kairo dan Doha antara Gerakan Fatah dan Hamas.

Dia mengatakan, pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel tidak ada hubungannya dengan kebijakan permukiman Israel, sebab pembangunan permukiman adalah  “ilegal”.

Dia mengatakan, Otoritas Palestina tidak akan menerima perpanjangan batas waktu sembilan bulan untuk negosiasi perdamaian dengan Israel. Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pekan lalu ketika mengakhiri kunjungan kesepuluhnya dalam ikhtiar menjembatani perbedaan sikap Israel dan Palestina untuk berunding, mengatakan, ia berharap akan dapat menyelesaikan tugasnya sesuai batas waktu ditetapkan pemerintahnya yakni sampai April 2014.

Abbas dengan tegas menyatakan kembali penolakannya mengakui Keyahudian Israel, karena Palestina tidak bisa menyerahkan “hak untuk kembali ke kampung halamannya sendiri” bagi para pengungsi Palestina.

Sementara itu sebuah delegasi Palestina sekarang berada di Suriah untuk membahas cara-cara yang memungkinkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke kamp pengungsi Yarmouk di Damaskus Selatan, yang ditempati warga Palestina.

Palestina memutuskan untuk mengambil sikap obyektif terhadap konflik di Suriah sejak awal, tetapi beberapa “orang bayaran” telah mendorong kamp ke dalam konflik .

Menurut Kelompok Aksi untuk Palestina dari Suriah, 36 warga Palestina meninggal dunia akibat kelaparan di kamp pengungsi Yarmouk itu. Sebanyak 20.000 orang Palestina berada di bawah pengepungan di dalam kamp, kekurangan makanan dan obat-obatan. (T/P09/IR).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply