AFGHANISTAN BEBASKAN 88 TAHANAN “BERBAHAYA” BAGI AMERIKA

 

 

 

Kabul, 4 Rabi’ul Awwal 1435/6 Januari 2014 (MINA) – Pemerintah Afghanistan mengumumkan akan membebaskan 88 tahanan dari penjara Bagram, meskipun para tahanan tersebut dinilai “berbahaya” oleh Amerika Serikat (AS).

Abdul Shakur Dadras, seorang anggota Dewan Peninjau Afghanistan yang mengkaji kasus tahanan di Bagram, mengatakan Ahad malam kepada Reuters lewat telepon, dokumen-dokumen menunjukkan tidak ada alasan untuk menghukum mereka. Keputusan itu sendiri diambil setelah Presiden Afganistan Hamid Karzai bertemu dengan beberapa  senator AS Ahad lalu.

“Keputusan kami adalah untuk melepaskan mereka sesegera mungkin jika tidak ada bukti yang memberatkan mereka,” kata Dadras.

 

Karzai memerintahkan untuk meninjau kembali kasus 88 tahanan tersebut yang diyakini tidak terlibat dalam serangan besar-besaran terhadap pasukan Afghanistan dan AS.

Presiden Karzai mengatakan kepada para senator AS bahwa para tahanan yang tidak bersalah harus dibebaskan, sebaliknya penjahat harus diadili berdasarkan hukum Afghanistan.

Setelah pertemuan itu, Senator AS Lindsey Graham mengatakan kepada wartawan, pelepasan tahanan “berbahaya” akan berdampak negatif pada hubungan masa depan antara rakyat Amerika dan pemerintah Afghanistan.

Komisi peninjau kasus-kasus tahanan Bagram, dibentuk berdasarkan keputusan presiden awal tahun ini, setelah disepakatnya rencana pengalihan penjara Bahram kepada pemerintah Afghanistan pada Maret nanti.

Tanggung jawab terhadap penjara Bagram yang semula dikelola AS akan diserahkan kepada pemerintah Afghanistan akhir Maret tahun ini, setelah Kabul dan Washington mencapai kesepakatan untuk memindahkan fasilitas penahanan untuk dikontrol Afghanistan.

Pemindahan penjara Bagram yang menahan hampir 3.000 tersangka Taliban dan al-Qaeda, merupakan salah satu sumber ketegangan antara Afghanistan dan AS, sehingga program pengalihan tersebut  tertunda beberapa kali selama beberapa tahun terakhir.

Pengalihan tanggungjawab pengelolaan penjara Bagram akan dilaksanakan setelah pemerintah Afghanistan memberi jaminan bahwa para tahanan yang dianggap membahayakan kepentingan AS tidak akan dibebaskan, demikian Khaama Press yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA). (T/P09/E02).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply