AKTIVIS SURIAH: WANITA HARUS JADI PESERTA PEMBICARAAN DAMAI

Jenewa, 12 Rabi’ul Awwal 1435/14 Januari 2014 (MINA) – Seorang wanita aktivis Suriah mengatakan, suara perempuan yang dilanda perang tidak harus dipinggirkan pada pembicaraan damai Suriah yang akan dimulai pekan depan di Swiss

“ Kita harus mengambil bagian dalam seluruh proses dari awal hingga akhir,” kata anggota  Liga Wanita Suriah, Sabah Al Halak di Jenewa, Swiss, seperti dilaporkan Ma’an dan dikutip MINA (Mi’raj News Agency), Selasa.

Alhalak dan sekitar 50 aktivis wanita Suriah yang tinggal di Suriah maupun di luar Suriah, mengadakan pertemuan dua hari, Ahad dan Senin, menjelang dilangsungkannya pembicaran damai Suriah pekan depan.

Pertemuani ini dipandu oleh Perwakilan Belanda di PBB serta Badan PBB Urusan Wanita.

Kepala Badan PBB Urusan Wanita, mantan Wakil Presiden Afrika Selatan, Phumzile Mlambo-Ngcuka, mengatakan tujuan pertemuan adalah untuk memastikan bahwa perempuan setidaknya 30 persen dari seluruh delegasi pada perundingan damai mendatang.

Para aktivis hari Selasa juga bertemu dengan Lakhdar Brahimi, utusan khusus Liga Arab untuk penyelesaian damai masalah Suriah.

Lama ditunggu-tunggu, pembicaraan damai Jenewa II – sebuah tindak lanjut pertemuan tahun lalu yang diistilahkan tidak pernah dilaksanakan – akan dimulai dengan sebuah konferensi internasional pada tanggal 22 Januari di kota Montreux , dengan Brahimi sebagai penengah pembicaraan yang akan dihadiri fihak Pemerintah Suriah dan oposisi.Dua hari kemudian , pertemuan akan beralih ke Jenewa.

“Mengingat perempuan dan anak-anak merupakan mayoritas dari jutaan warga Suriah yang diusir dari rumah mereka dalam hampir tiga tahun perang saudara yang menyengsarakan, perempuan harus terlibat dalam semua tingkat upaya perdamaian,” kata para aktivis wanita Suriah dalam sebuah pernyataan.

” Jika Jenewa II tidak berhasil , kami akan terus-menerus  berusaha agar ada pertemuan damai Jenewa III , kalau masih perlu ada Jenewa IV atau  Jenewa V, ” kata Rafif Jouejati, pimpinan jaringan Komite Koordinasi Lokal , yang menentang rezim Suriah tetapi juga menjadi target fihak oposisi garis keras.

” Kami datang bersama sebagai wanita Suriah yang ingin ikut mewujudkan perdamaian agar pertemuan Jenewa II ini berhasil. Kami akan terus mendorong orang-orang yang berperang untuk berdamai , ” tambahnya (T/P010/IR)

MINA (Mi’raj Islamic News Agency)

 

Leave a Reply