“CAESAR” SI PENGUNGKAP PULUHAN RIBU FOTO MAYAT KEKEJAMAN REZIM SURIAH

Oleh: Kemal Orztuk, Ketua Dewan Direksi Anadolu Agency

Seorang mantan anggota dinas militer pemerintah Suriah, ditetapkan untuk memotret dan mendokumentasikan mayat-mayat tahanan tentara militer yang dibawa dari tempat penahanan ke rumah sakit militer selama perang saudara di negara itu.

Mayat-mayat yang dibawa ke rumah sakit, sepenuhnya terdiri dari tahanan anggota oposisi Suriah. Tubuh-tubuh  mayat menunjukkan tanda-tanda kelaparan, pemukulan brutal, bekas cekikan dan bentuk-bentuk penyiksaan serta pembunuhan.

Foto badan dan wajah orang-orang dalam tahanan didata dengan sistem penomoran’, dimana korban dibawa ke rumah sakit setelah disiksa dan dibunuh.Hal itu agaknya rutin dilakukan oleh  militer Suriah.

Foto-foto dari tubuh dan wajah orang yang sudah mati dengan kode tulisan di tangan masing-masing dijadikan sebagai ‘dokumen’ penyiksaan sistematis dan pembunuhan orang-orang di bawah ‘perintah eksekusi’ dalam ketentaraan Suriah.

Setelah memotret 55.000 foto selama dua tahun, mantan anggota dinas militer tersebut akhirnya merasa muak dengan kebijakan pembunuhan dengan penyiksaan. Dia kemudian menjalin kontak rahasia dengan oposisi Suriah.

Anggota polisi militer itu secara teratur merekam dan mengirim salinan foto-fotonya secara rahasia ke kontak Web menggunakan ‘flash drive’ (memory stick).

Berbekal foto-foto itu, oposisi Suriah telah berhasil meminta PBB dan organisasi HAM internasional membentuk tim penyelidikan yang terdiri dari pengacara internasional, ahli forensik kedokteran dan forensik gambar yang berpengalaman luas dalam proses penuntutan atas kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan lain yang bertentangan dengan hukum internasional.

Tim ini melibatkan jaksa utama dalam persidangan  mantan Presiden Yugoslavia Milosevic sebelum Pengadilan Kriminal Internasional, serta jaksa dan pengacara khusus dari Pengadilan Sierra Leone.

Untuk mengkonfirmasi apakah gambar-gambar itu asli atau tidak, gambar dikirim langsung ke servedalamr yang aman di laboratorium Inggris untuk diteliti. Hal itu dikonfirmasi kepada tim penyidik bahwa semua gambar-gambar tersebut tidak diubah secara digital.

Tim telah meneliti 26.000 dari 55.000 foto.

Setelah 26.000 dari 55.000 bahan foto diteliti, terungkap ada bukti yang jelas tentang penyiksaan sistematis dan pembunuhan orang-orang di dalam foto-foto itu. Salah satunya adalah disiksa sementara kaki mereka diikat dan leher dicekik dengan ikatan kabel.

Hal lain yang menarik ditemukan oleh penyidik adalah kurusnya tubuh para korban yang digunakan sebagai metode penyiksaan.

Dari sekitar 55.000 gambar foto ada sekitar 11.000 orang yang ditahan, disiksa lalu dibunuh oleh agen-agen rezim Suriah, sejak awal meletusnya pemberontakan melawan rezim Assad pada Maret 2011.

Anggota tim juga mendengarkan bukti dari rekaman kontak prajurit militer. Tim itu menyimpulkan bahwa semua bahan dapat diterima sebagai ‘bukti yang jelas’ di pengadilan.

Bukti yang jelas akan mendukung temuan ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ dan juga mendukung temuan dari ‘kejahatan perang’ yang dilakukan rezim Suriah saat ini. Tim telah memutuskan dan menjadikannya dalam bentuk laporan. Laporan ditandatangani oleh seluruh anggota komisi.

Saat mendengarkan seorang polisi militer Suriah melakukan salah satu karya yang paling menarik di dunia, jaksa kejahatan perang terkenal dan ahli forensik telah memutuskan untuk menyebutnya dengan nama sandi “Caesar” demi keselamatannya.

Bersama dengan rekan-rekannya, Caesar mendokumentasikan 55.000 foto kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim selama perang saudara di negara itu.

Caesar adalah saksi yang akan paling sering disebut di masa depan. Caesar menjelaskan kepada Tim Pemeriksa semua rincian yang dilihatnya.

Dalam laporan tersebut, tim penyelidikan tidak menyebutkan informasi nama sandi dan profesi polisi militer tersebut.

Caesar telah bekerja dalam satuan polisi militer di tentara Suriah selama 13 tahun. Awalnya, pekerjaannya adalah pengambilan foto-foto yang berkaitan dengan masalah pidana biasa dan mengirimnya ke “pengadilan”. Singkatnya, dia adalah pengamat investigasi kriminal.

Tim mengatakan, sejak perang saudara melawan rezim dimulai, pekerjaannya Caesar berubah dari pengambil foto TKP dan kecelakaan menjadi pengambil gambar tahanan tewas, bersama-sama dengan orang lain di bagiannya selama dua tahun.

Bagaimana cara kerja pembunuhan sistematis?

Menurut laporan itu, prosedurnya adalah ketika tahanan tewas di tempat-tempat penahanan, tubuh mereka akan dibawa ke rumah sakit militer diiringi dengan seorang dokter dan anggota pengadilan, fungsi Caesar adalah memotret mayat tersebut.

Setiap tahanan yang dibunuh diberi kode dua angka dan hanya dinas intelijen yang mengetahui identitas mayat.

Laporan itu mengatakan, prosedur untuk dokumentasi adalah bahwa ketika seorang tahanan tewas, masing-masing tubuh diberi nomor referensi yang terkait dengan cabang dinas keamanan yang bertanggung jawab atas penahanan dan kematiannya.

Ketika mayat dibawa ke rumah sakit militer, akan diberi nomor tambahan sehingga dapat mendokumentasikan secara palsu bahwa kematian mayat terjadi di rumah sakit.

Tujuan pendokumentasian mayat adalah untuk memastikan bahwa tidak ada yang telah dibebaskan oleh badan keamanan, juga untuk menginformasikan kepada keluarga tahanan yang dibunuh pada waktunya kelak bahwa penyebab kematian dalam setiap kasus karena “serangan jantung” atau “masalah pernapasan”. Hal itu juga untuk memuaskan pihak berwenang bahwa eksekusi terhadap tahanan telah dilaksanakan.

Caesar mengungkapkan kepada tim penyelidik, mungkin ada sebanyak 50 mayat setiap hari untuk difoto yang membutuhkan 15-30 menit kerja untuk satu mayat.

Setelah mayat-mayat difoto oleh Caesar, mereka dibawa untuk dimakamkan di daerah pedesaan.

Caesar: “Tempat ini terlihat seperti rumah jagal”

Caesar menyatakan, tempat kerjanya “tampak seperti rumah jagal”. Caesar mengatakan, dia memiliki seorang teman sebagai saksi di bagiannya yang juga mengambil foto sekelompok mayat untuk menunjukkan bahwa tempat itu “tampak seperti rumah jagal”.

Tim mengatakan, Caesar melakukan semua pengungkapan itu demi Suriah dan rakyat Suriah, sehingga pembunuh bisa dituntut untuk mencapai keadilan.

Saksi itu memberitahu tim penyidik bahwa dia telah dihubungi Caesar untuk tujuan ini sekitar September 2011.

Saksi juga menegaskan, dia adalah relasi Caisar dan dia telah meninggalkan Suriah lima hari setelah perang saudara dimulai dan menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok HAM internasional.


Pengiriman tim rahasia

Sebuah tim penyelidikan rahasia telah ditetapkan oleh perusahaan Carter-Ruck and Co di kota London, hasil dari upaya para aktivis HAM melawan  rezim Suriah.

Para anggota tim penyelidik telah bepergian ke negara Timur Tengah dan mulai memeriksa foto. Sampel dari foto diteliti di Acume Forensics Center yang berbasis di London.

Lembaga penelitian ini telah menjamin bahwa tidak ada perubahan dalam bentuk digital dari foto dan menegaskan foto-foto tersebut asli.

Caesar dan keluarganya – yang keselamatan hidupnya dalam bahaya –  telah dipindahkan dari Suriah melalui cara-cara rahasia.

Tim penyidik memutuskan

Caesar yang membelot terhadap rezim Suriah, diwawancarai oleh tim penyelidik pada tanggal 12, 13, dan 18 Januari 2014. Dia menjawab setiap jenis pertanyaan.

Tim telah menandai laporan bahwa pengungkapan Caesar tidak memiliki tanda-tanda untuk mencari ‘sensasional’.

Satu titik menarik adalah Ceasar membuat kejelasan bahwa dia tidak pernah menyaksikan eksekusi tunggal, tetapi hanya memotret gambar orang yang sudah tewas.

Tim penyidik meneliti foto-foto dengan hati-hati dan menegaskan cara kematian korban dari meneliti gambar.

Tim hukum selanjutnya memberitahu bahwa ada sekitar 55.000 gambar foto dari sekitar 11.000 tahanan yang disiksa dan dibunuh oleh agen-agen rezim Suriah saat ini.

Sebagian besar gambar menunjukkan laki-laki muda yang antara usia dua puluh hingga empat puluh tahun. Gambar menegaskan bahwa semua tahanan tewas.

Secara keseluruhan ada bukti bahwa sejumlah besar  mereka yang tewas bertubuh kurus seperti orang kelaparan dan sebagian kecil terikat dengan kuat atau memiliki bekas-bekas dipukuli dengan benda-benda seperti batangan.

Tubuh kurus dari sebagian besar mayat kemungkinan menceritakan metode kelaparan yang digunakan sebagai alat penyiksaan.

Bukti baru itu dirilis pada Senin, dalam sebuah laporan tim penyelidikan yang berbasis di London yang terdiri dari para ahli hukum dan forensik.

Laporan ini didasarkan pada bukti-bukti foto-foto tahanan yang tewas yang telah disediakan oleh pembelot Suriah, Caesar.

Bukti-bukti diverifikasi oleh Stephen Coles, seorang pakar forensik gambar yang telah bekerja dengan Departemen Pertahanan Inggris dan Kepolisian Yorkshire Barat.

Kesimpulan bahwa foto berpotensi mendukung tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang, dilakukan oleh tim hukum ahli yang semuanya telah menangani kasus besar hak asasi manusia internasional.

Mereka adalah Profesor David M. Crane dan Sir Desmond de Silva yang merupakan mantan Jaksa Kepala Pengadilan Khusus untuk Sierra Leone dan masing-masing bertanggung jawab atas dakwaan dan penangkapan mantan Presiden Liberia Charles Taylor.

Profesor Sir Geoffery Nice QC adalah orang yang memimpin penuntutan pengadilan Slobodan Milosevic di Hague dan bertanggung jawab menghubungkan Milosevic dengan kekejaman yang dilakukannya di bekas negara Yugoslavia.

Cedera dalam foto itu sendiri diperiksa oleh ahli forensik, Dr Stuart Hamilton dan Profesor Susan Black, yang pada tahun 1999 memimpin pemeriksaan mayat-mayat yang ditemukan di kuburan massal di Kosovo untuk memverifikasi laporan pembantaian etnis Albania Kosovo oleh Serbia. (T/P09/E1/E02/Mi’raj News).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Sumber: Anadolu Agency 

 

 

 

Leave a Reply