DIREKTUR ADVOKASI: ASEAN HARUS TEKAN MYANMAR HENTIKAN PEMBUNUHAN ROHINGYA

Jakarta, 18 Rabiul Awwal 1435/20 Januari 2014 (MINA) – Direktur Eksekutif Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia, Nasrulloh Nasution, mendesak negara-negara ASEAN untuk menekan Myanmar agar menghentikan pembunuhan terhadap etnis Muslim Rohingya yang terus terjadi hingga kini.

“Yang bisa mendorong Myanmar untuk mengakhiri aksi penindasan di dalam negerinya adalah tekanan-tekanan dari negara di sekitarnya, terutama negara ASEAN, baik dari sisi ekonomi, politik, dan sebagainya,” kata Nasrulloh saat ditemui di  Jakarta oleh Mi’raj Islamic News Agency (MINA),Senin.

Komentar ini dinyatakan terkait denga Myanmar sebagai Ketua ASEAN 2014 yang mengusung tema “Bergerak Maju dalam Persatuan menuju Masyarakat Damai dan Sejahtera”.

“Sebagai Ketua ASEAN, apa yang diusung Myanmar, tidak mencerminkan negara Myanmar itu sendiri, padahal di dalam negeri mereka penuh konflik, ketidak adilan, dan hal-hal yang jauh dari damai dan sejahtera.”

Menurut Nasrulloh, Kementerian Luar Negeri Indonesia pernah mengeluarkan statemen terkait masalah Rohingya, tetapi Indonesia juga memiliki kepentingan-kepentingan ekonomi di Myanmar yang membuat Indonesia tidak bisa berbuat tegas.

“Yang diperlukan adalah bagaimana lembaga-lemabaga sosial dan masyarakat bisa menekan pemerintah Indonesia agar bersikap tegas kepada Myanmar terkait etnis Rohingya,” katanya.

“Sebab peran Indonesia sebagai “macan Asia” sangat baik dan juga Indonesia bermasyarakat Muslim terbesar, itu sangat memungkinkan.”

Nasrulloh juga menambahkan bahwa media berperan sangat strategis, menyampaikan apa yang sedang terjadi di Myanmar. Sebab menurutnya, banyak orang yang belum tahu, terutama masyarakat Muslim di Indonesia.

“Kemungkinan apa yang terjadi di Myanmar, jauh lebih dahsyat pelanggaran HAM-nya dari pada informasi yang kita dapatkan. Karena sangat sulit menembus wilayah-wilayah yang menjadi tempat konflik, aktivis-aktivis HAM tidak bisa menjangkau dan media tidak boleh masuk.” (L/P09/EO2/Mi’raj News).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply