GERAKAN ISLAM PALESTINA: ISRAEL MANFAATKAN SITUASI KAWASAN ARAB UNTUK PERCEPAT YAHUDISASI AL-QUDS

Al-Quds (Yerusalem), 4 Rabi’ul Awwal 1435/6 Januari 2014 (MINA) – Wakil Ketua Gerakan Islam Palestina 1948, Sheikh Kamal Khatib mengatakan, penjajah Israel mengambil keuntungan dari situasi di kawasan Arab, khususnya peristiwa yang terjadi di Mesir dan Suriah, untuk mempercepat pelaksanaan rencana yahudisasi di kota Al-Quds, Palestina.

Khatib dalam pernyataannya, Sabtu (4/1), memperingatkan bahwa kampanye yahudisasi total belum pernah terjadi sebelumnya melanda kota Al-Quds dan Al-Aqsha.

Dia menyerukan para pemimpin Arab memberikan segala bentuk dukungan mereka untuk menyelamatkan kiblat pertama umat Islam tersebut, demikian laporan Pusat Informasi Palestina (PIC) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Sheikh Khatib menekankan, pemerintah penjajah Israel memfokuskan pada mengubah realitas demografis kota Al-Quds dengan membawa dalam jumlah besar pemukim ekstrimis Yahudi setelah memberi mereka cobaan belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendorong mereka untuk menetap di kota yang diduduki.

Departemen Dokumentasi dan Pemantauan Wakaf Islam di Al-Quds Palestina melaporkan, Sabtu (4/1), lebih dari 9050 pemukim ilegal ekstrimis Yahudi Israel, termasuk para menteri, anggota Knesset, pejabat intelijen, dan tentara serta polisi penjaga turis asing telah menyerbu Masjid Al-Aqsha selama setahun terakhir.

Fenomena itu terjadi akibat panggilan tertulis dari parlemen Israel Knesset untuk membagi masjid Al-Aqsha antara Muslim dan Yahudi, sebagaimana terjadi pada Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron), selatan Tepi Barat, pada tahun 1994.

Juga dalam rencana untuk membangun kuil mitos, para ekstrimis Yahudi menyebutnya”Temple Mount“, diklaim berada di dalam masjid Al-Aqsha. (T/P02/E1)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave a Reply