GEREJA CHICAGO RILIS DOKUMEN PELECEHAN SEKSUAL PARA PASTOR

 Chicago, 14 Rabi’ul Awwal 1435/16 Januari 2014 (MINA) – Keuskupan Agung Chicago akan menyerahkan ribuan lembar dokumentasi berisi tuduhan pelecehan seks para pastor kepada para pengacara korban yang telah berjuang selama bertahun-tahun meminta pertanggungjawaban Gereja Katolik.

File keuskupan Agung terbesar ketiga di negara itu mencakup keluhan, dokumen personil dan file lainnya dari 30 pastor tersangka dengan bukti tuduhan pelecehan, demikian dilaporkan AlJazeera yang dikutip Mi’raj News (MINA), Kamis.

Minggu depan, pengacara korban  akan merilis rincian dokumen-dokumen tuduhan kejahatan tersembunyi para pastor.

Pengungkapan kasus serupa di keuskupan Amerika Serikat lainnya dalam beberapa tahun terakhi, telah menunjukkan bagaimana gereja melindungi pastor dan tidak melaporkan aksi pelecehan seks terhadap anak kepada pihak berwenang.

Pejabat Chicago mengatakan, sebagian besar kekerasan itu terjadi sebelum tahun 1988 dan tidak ada setelah tahun 1996.

“Sampai ada transparansi dan keterbukaan informasi dan untuk memastikan itu tidak terjadi lagi,” kata pengacara Marc Pearlman, Rabu, yang mewakili sekitar 200 korban pelecehan pendeta di daerah Chicago.

Kardinal Francis George yang telah memimpin Keuskupan Agung itu sejak tahun 1997, merilis sebuah surat kepada jemaat pada Ahad (12/1), di mana ia meminta maaf atas pelecehan dan mengatakan akan merilis catatan yang akan menunjukkan transparansi. Dia juga menekankan bahwa sejumlah kasus kekerasan terjadi puluhan tahun lalu, sebelum ia menjadi uskup agung .

Keuskupan Agung telah membayar jutaan dolar untuk menyelesaikan klaim pelecehan seksual, termasuk terhadap Pastor Daniel McCormack, yang dijatuhi hukuman lima tahun penjara setelah mengaku bersalah pada tahun 2007 karena menyalahgunakan lima anak.

Tahun berikutnya, Keuskupan Agung setuju untuk membayar  12.6 juta dolar AS kepada 16 korban pelecehan seksual oleh para pastor, termasuk McCormack.

Sejauh ini banyak dari para pastor yang diduga melakukan hal memalukan itu telah meninggal, dan dokumen hanya mencakup 30 dari 65 pastor yang diadukan.

Meski begitu, korban dan pengacaranya mengatakan, mempublikasikan dokumen sangat penting untuk mengungkap bagaimana Keuskupan Agung menangani tuduhan terhadap para pastor.

Joe Iacono (62) berharap, catatan yang berhubungan dengan pastor yang menyakitinya lebih dari 50 tahun lalu saat ia masih menjadi mahasiwa ,  dipublikasikan.

 (T/P09/EO2/Mi’raj News).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

 

 

Leave a Reply